Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 562 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) asal Gresik sumringah usai menerima surat keputusan, atau SK pengangkatan formasi tahun 2024.
Dari 575 kursi PPPK yang dibuka, hanya terisi 562 kursi. Dengan rincian 418 tenaga teknis, 66 tenaga guru, dan 78 tenaga kesehatan. Mereka datang dari berbagai latar belakang, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Nanik (42) salah satu PPPK dari formasi guru mengaku senang setelah SK yang diidam-idamkan akhirnya keluar juga setelah menunggu hampir setahun. “Alhamdulillah SK saya sebagai PPPK sudah keluar setelah mengabdi hampir puluhan sebagai guru,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Sementara Wabup Gresik, dr Asluchul Alif mengatakan, penyerahan SK bukanlah ujung jalan, melainkan awal perjalanan baru. “Dengan diterimanya SK PPPK ini, justru perjuangan dimulai. Integritas, dedikasi, dan profesionalisme adalah modal utama untuk menjawab harapan masyarakat,” tuturnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu menyatakan dirinya juga menyinggung realitas yang selama ini menghantui tenaga honorer. Salah satunya jesejahteraan yang belum memadai, kontrak yang terbatas, hingga peluang karier yang tak selalu pasti.
“Kami memahami betul keresahan itu. Terjait ini pemerintah daerah akan terus memperjuangkan hak-hak Anda. Pasalnya, kesejahteraan adalah kunci agar pengabdian bisa berbuah optimal,” ungkapnya.
Dirinya juga mengajak PPPK untuk tidak berhenti belajar. Dunia kerja birokrasi kini menuntut inovasi, digitalisasi, dan kecepatan pelayanan.
“Masyarakat menaruh harapan pada Anda. Jadikan pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Di pundak Anda, ada masa depan layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan manusiaw,” urainya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, penyerahan SK ini bukan sekadar administratif, melainkan bentuk kepastian hukum bagi mereka yang lolos seleksi. “Dengan pengangkatan ini, hak dan kewajiban para PPPK kini terjamin oleh regulasi. Mereka resmi menjadi bagian dari birokrasi yang akan menggerakkan roda pelayanan publik di Gresik,” imbuhnya. [dny/kun]






