Surabaya (beritajatim.com) – Pernah panik kalau HP ketinggalan di rumah? Atau resah kalau ponsel kehabisan baterai? Bisa jadi kamu mengalami nomophobia alias ketakutan berlebihan saat jauh dari ponsel.
Menyikapi fenomena ini, Tim Prodi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan Nomolitera, platform tes online untuk mengukur kecanduan ponsel sekaligus literasi digital.
Nomolitera diperkenalkan dalam forum internasional 5th Brave di Kampus C Unusa. Sebanyak 15 mahasiswa asing dari enam negara ikut mencoba langsung tes ini. Hasilnya cukup beragam, sebagian besar peserta berada di level moderat dalam ketergantungan ponsel.
“Inovasi ini kami kembangkan berdasarkan riset penggunaan HP di kalangan mahasiswa. Harapannya Nomolitera bisa dipakai siapa saja untuk menjaga kesehatan mental generasi muda,” ujar Dosen Prodi Sistem Informasi Unusa dan ketua tim pengembang, Endang Sulistiyani, Senin (25/8/2025).
Platform ini dapat diakses gratis melalui [nomolitera.my.id](https://nomolitera.my.id/). Setelah menjawab beberapa pertanyaan, pengguna akan langsung mendapatkan skor tingkat ketergantungan ponsel, mulai dari ringan, moderat, hingga parah.
Endang menambahkan, Nomolitera bukanlah alat diagnosis medis, melainkan media untuk meningkatkan kesadaran digital. “Kalau hasilnya tinggi, jangan panik. Justru itu bisa jadi alarm untuk mengatur kembali kebiasaan kita dengan ponsel,” ujarnya.
Dengan tes sederhana ini, Unusa berharap generasi muda lebih peka terhadap dampak penggunaan ponsel, sekaligus menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus digital. [ipl/kun]






