Probolinggo (beritajatim.com) – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Probolinggo semakin ditingkatkan. Pemerintah kota berencana memperluas jaringan kamera pengawas di sejumlah kawasan strategis sepanjang tahun 2025.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kebutuhan pemantauan lalu lintas dan pencegahan tindak kriminal. Dengan adanya CCTV, diharapkan aparat lebih cepat merespons jika terjadi kejadian darurat.
Kepala Dishub Kota Probolinggo, Agus Efendy, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan lokasi. “Total ada 68 titik yang masuk daftar, namun tahun ini difokuskan pada 58 titik utama,” ujarnya.
Menurut Agus, tahap pertama dimulai dengan pemasangan di 10 titik yang dianggap paling krusial. “Kami mendahulukan kawasan padat kendaraan dan rawan pelanggaran, baru kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya,” tambahnya.
Setiap titik nantinya akan dilengkapi kamera dengan spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan. Ada kamera 360 derajat untuk area terbuka, serta kamera statis untuk titik-titik pengawasan yang lebih fokus.
“Di persimpangan besar bisa dipasang tiga hingga empat kamera sekaligus agar seluruh arah terpantau,” jelas Agus. Ia menegaskan desain pemasangan sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Beberapa lokasi prioritas antara lain Bundaran Glaser dan Perempatan Kopian Ketapang. Sedangkan lokasi sekunder meliputi simpang Jalan Suroyo–Imam Bonjol hingga area sekitar SMPN 1 Probolinggo.
Seluruh CCTV akan terkoneksi langsung ke command center milik Pemkot Probolinggo. “Dengan sistem ini, kami bisa melakukan pemantauan secara real-time selama 24 jam penuh,” terang Agus.
Selain di command center, Dishub juga menyiapkan akses monitoring lewat perangkat mobile. “Kami bahkan membuka opsi agar masyarakat bisa ikut memanfaatkan fitur tertentu untuk mendukung keamanan bersama,” ungkapnya.
Agus menegaskan bahwa program CCTV ini bukan sekadar proyek infrastruktur digital. “Target kami, seluruh titik terpasang sebelum Desember 2025 sehingga kota ini lebih aman, nyaman, dan masyarakat merasa terlindungi,” pungkasnya. (ada/kun)






