Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, membuka Seminar Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FMGMP) Bahasa Arab se-Jawa Timur, bekerja sama dengan MAN 2 Kota Kediri.
Kegiatan yang diadakan di Aula MAN 2 Kota Kediri ini diikuti oleh para guru bahasa Arab dari berbagai daerah di Jawa Timur. Narasumber utama dalam seminar ini adalah Umi Salamah, Kepala MI Maarif Ketegan Bilingual Islamic School Sidoarjo, yang memberikan perspektif baru tentang pentingnya inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam sambutannya, Gus Qowim—sapaan akrab Qowimuddin Thoha—menegaskan pentingnya adanya inovasi dalam metode pembelajaran bahasa Arab, agar generasi muda semakin tertarik untuk mempelajarinya.
Menurut Gus Qowim, bahasa Arab memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan Islam, oleh karena itu metode pengajarannya perlu selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Bahasa Arab adalah bagian terpenting bagi kita. Maka harus selalu ada inovasi, hal-hal baru yang mampu memotivasi anak-anak agar semakin cinta dan tidak alergi mempelajarinya. Kalau kita masih memakai metode lama sementara zaman berubah begitu cepat, maka anak-anak pasti tidak akan tertarik dan tidak maksimal dalam mempelajarinya,” ujar Gus Qowim.
Seminar ini, menurut Gus Qowim, adalah langkah nyata untuk memperkaya strategi pembelajaran bahasa Arab yang kreatif dan adaptif, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Beliau juga optimis bahwa FMGMP Bahasa Arab dan para guru yang hadir dapat terus menciptakan pendekatan-pendekatan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Harapannya, seminar ini bisa menjadi wadah untuk memperkuat jaringan, menambah ilmu, dan menumbuhkan semangat baru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab,” tambah Gus Qowim dengan penuh semangat.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, Zamroni, Waka Humas MAN 2 Kediri, Achmad Zainal Facris, Ketua FMGMP Bahasa Arab Jawa Timur, Muh. Rizalul Furgon, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Selain itu, seluruh guru bahasa Arab dari MI, MTs, dan MA sederajat turut hadir dalam seminar ini sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di Jawa Timur. [nm/suf]






