Magetan (beritajatim.com) – Pusat Kota Magetan dipenuhi dengan keceriaan yang riuh pada Sabtu, 23 Agustus 2025, saat gelaran Pawai Budaya Daerah memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Mengusung tema “Magetan Gemah Ripah Loh Jinawi, Indonesia Hanjayeng Mukti”, acara ini melibatkan 55 rombongan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP, SMA/SMK, hingga kelompok masyarakat umum. Pawai ini menampilkan atraksi seni yang mengangkat keberagaman budaya, simbol kemerdekaan, dan semangat kebersamaan masyarakat Magetan.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dengan penuh semangat melepas peserta pawai dari halaman Pendapa Surya Graha. Para peserta kemudian melaju melalui jalan protokol kota, dengan destinasi akhir di GOR Ki Mageti.
Masing-masing kelompok peserta menyuguhkan penampilan khas dengan berbagai atraksi budaya yang memukau, mulai dari tari tradisional, permainan rakyat, hingga penggambaran manuskrip kuno dan kearifan lokal yang dipresentasikan dengan kostum serta properti kreatif.
Di sepanjang jalur pawai, Bupati Nanik Sumantri bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta Forkopimda Magetan, menyaksikan dengan antusias parade yang berlangsung. Tidak hanya menyaksikan, mereka juga membagikan bendera merah putih kepada warga yang hadir dan memadati sepanjang jalur pawai.
“Pawai budaya ini menjadi wujud kecintaan kita terhadap budaya lokal dan tradisi bangsa,” ujar Bupati Nanik. Kehadiran mereka disambut dengan gembira oleh masyarakat, yang merasa terlibat langsung dalam perayaan besar ini.
Pawai Budaya ini bukan hanya sekadar hiburan belaka. Melalui acara ini, Pemerintah Kabupaten Magetan ingin menanamkan kesadaran dan semangat pada generasi muda untuk mencintai serta melestarikan budaya lokal.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan budaya tradisional kepada masyarakat luas sebagai bagian dari identitas dan kekayaan daerah yang harus dijaga.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian tradisi, panitia pawai menghadirkan dewan juri untuk menilai penampilan peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, seperti kreativitas, kekompakan, kesesuaian dengan tema, hingga keindahan tampilan.
Para peserta yang berhasil menjadi juara akan mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan sebagai apresiasi atas usaha dan dedikasi mereka dalam menyajikan penampilan terbaik.
Gelaran Pawai Budaya ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan untuk terus menjaga warisan budaya serta memperkuat identitas daerah. Selain itu, acara ini juga menjadi salah satu cara untuk mendorong sektor pariwisata daerah, yang diharapkan dapat semakin berkembang melalui tradisi yang hidup dan terus dilestarikan oleh masyarakat. [fiq/suf]






