Surabaya (beritajatim.com) – PT Kencana Maju Bersama (KMB), salah satu produsen baja ringan terkemuka, menunjukkan komitmen kuatnya dalam menguasai pasar nasional. Melalui strategi ganda, yaitu inovasi produk dan perluasan distribusi, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 20 persen di tahun ini.
Direktur Utama PT KMB, Susanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar baja ringan semakin menantang. Konsumen kini lebih kritis dan tidak hanya fokus pada harga, melainkan juga kualitas, keamanan, dan standar yang berlaku.
“Kami menyadari konsumen membutuhkan produk berkualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), bergaransi, dan memberikan rasa aman,” ujar Susanto, Jumat (22/8/2025) malam.
Dalam rangka merayakan usia ke-34 dengan tema “New Hope New Culture”, KMB meluncurkan lima produk baru, antara lain Spring Clip, Furing System, Hollow System, Airclade, dan Para Para. Inovasi ini dirancang untuk memberikan solusi lengkap bagi kebutuhan bangunan, mulai dari rangka atap, plafon, pintu, hingga jendela. Sasaran utama pasar KMB adalah proyek perumahan, pergudangan, dan pasar ritel.
“Dulu, banyak proyek gudang memilih atap murah, namun lima tahun kemudian sudah harus diganti. Sekarang, pasar mulai lebih peduli pada kualitas dan produk yang tahan lama,” tambah Susanto.
Terkait kinerja perusahaan, Susanto mengungkapkan bahwa KMB berhasil mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen pada semester I/2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun kondisi ekonomi mengalami perlambatan. Kontribusi penjualan masih merata antara proyek dan ritel, dengan produk rangka atap dan penutup atap menjadi penyumbang terbesar, terutama untuk proyek pergudangan.
Sementara itu, Direktur KMB, Hendri Alvino, menambahkan bahwa inovasi produk diimbangi dengan investasi pada teknologi produksi. Setiap tahun, perusahaan rutin mengalokasikan dana untuk mesin baru guna mendukung efisiensi dan kualitas produk.
Untuk mencapai target pertumbuhan 20 persen, KMB berencana meningkatkan kapasitas produksi sekitar 10 persen dari total kapasitas saat ini yang mencapai 800 ribu ton.
“Kunci untuk menguasai pasar baja ringan nasional adalah inovasi produk yang didukung kapasitas produksi dan jaringan distribusi yang luas,” tegas Hendri.
Saat ini, KMB memiliki lima pabrik di Mojokerto, Ungaran, Bogor, Bandung, dan Makasar, serta didukung 58 kantor cabang di seluruh Indonesia. Untuk memperluas jangkauan, tahun ini KMB akan menambah 12 cabang baru, termasuk di Bima, Sumbawa, dan Singaraja.[rea]






