Blitar (beritajatim.com) – Salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Blitar, Pasar Legi, kini menghadapi tantangan besar. Jantung perekonomian tradisional di Bumi Bung Karno itu kini memang kondisinya sedang mati suri.
Ratusan lapak yang ada di lantai 2 Pasar Legi kini masih kosong. Tercatat dari 174 kios yang ada di lantai 2, hanya hitungan jari saja yang terisi oleh pedagang. Kondisi ini tentu cukup miris dan ironis jika melihat ke belakang pada masa jaya Pasar Legi Kota Blitar.
Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin berencana mengambil langkah berani dengan merancang ulang pasar secara menyeluruh untuk mengembalikan geliat ekonominya. Pria yang akrab disapa Mas Ibin, mengungkapkan bahwa revitalisasi Pasar Legi akan segera dimulai.
Langkah strategis ini bukan sekadar perbaikan, melainkan perombakan total dari segi desain dan penataan. Langkah ini akan diambil demi menghidupkan kembali Pasar Legi Kota Blitar.
“Pasar Legi nantinya akan kita redesign ulang. Langkah ini meliputi penataan kembali area foodcourt, pengecatan gedung, serta perbaikan tampilan secara menyeluruh. Jadi bukan membangun dari awal, melainkan menata dan mendesain ulang agar suasana lebih menarik,” jelas Mas Ibin, Kamis (21/8/2025).
Adaptasi dengan Tren Bisnis Masa Kini
Mas Ibin menegaskan, sebuah pasar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di era persaingan ketat, pelaku bisnis dan pengelola tempat jual beli dituntut untuk peka terhadap kebutuhan konsumen.
“Dalam bisnis kita harus selalu up to date. Kita perlu memikirkan pola masyarakat, memahami apa saja yang mereka butuhkan, dan menyesuaikan dengan keinginan pembeli itu seperti apa,” tambahnya.
Rencana penataan ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsionalitas. Pemkot Blitar ingin menjadikan Pasar Legi sebagai pusat aktivitas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dengan demikian, pasar tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga etalase bagi produk-produk unggulan Blitar.
“Kami ingin Pasar Legi menjadi fokus UMKM di Kota Blitar. Jadi ke depan, warga bisa belanja dengan nyaman, sekaligus menjadikan pasar ini sebagai pemasaran produk lokal unggulan,” pungkas Mas Ibin.
Melalui langkah ini, Pemkot Blitar berharap denyut nadi perdagangan Pasar Legi akan kembali kencang, menjadikannya kembali sebagai salah satu jantung ekonomi utama bagi masyarakat Kota Blitar.
Pedagang Khawatir dan Menanti Sentuhan
Para pedagang Pasar Legi Kota Blitar sendiri khawatir kondisi akan semakin buruk. Persaingan dagang dengan dunia online tentu menjadi ancaman nyata bagi keberadaan pedagang di Pasar Legi.
“Kalau kondisinya terus seperti ini, maka tinggal tunggu waktu saja Pasar Legi makan menjadi bangunan mangkrak,” ungkap Cak Pe, pedagang pakaian di Pasar Legi.
Para pedagang pun kini menanti sentuhan nyata dari Pemerintah Kota Blitar untuk menyelamatkan Pasar Legi. Pasalnya selama ini inovasi yang dihadirkan dirasa belum mampu menghidupkan kembali Pasar Legi.
“Tentu kami berharap, dan kami hanya bisa berharap semoga inovasi yang dihadirkan bukan hanya seperti yang dahulu saja,” tandasnya. [owi/aje]






