Surabaya (beritajatim.com)- Berbagai suku dan daerah di Indonesia mewariskan ragam budaya dan tradisi mereka. Tradisi keluarga yang unik adalah salah satu kekayaan budaya ini dan itu adalah identitas yang memiliki makna filosofis dan makna. Beberapa tradisi keluarga yang unik dan masih dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.
1. Tedak Siten (Jawa)
Tradisi khas suku Jawa adalah melakukan tedakkan siten pada bayi yang baru mulai belajar berjalan sekitar tujuh bulan. Bayi dibawa untuk menginjak tanah untuk pertama kalinya selama prosesi ini, yang dipenuhi dengan doa dan sesaji. Tradisi ini menunjukkan rasa terima kasih orang tua karena menjaga anak selamat dan sehat dan mengenalkan anak pada lingkungan dan tempat mereka dibesarkan. Selain itu, dipercaya bahwa tedak siten membawa keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran bagi keluarga.
2. Pasola (Nusa Tenggara Timur)
Pasola adalah tradisi suku Sumba di Nusa Tenggara Timur yang diadakan setiap tahun. Pasola sebenarnya merupakan simbol kemakmuran masyarakat dan kesuburan tanah, meskipun ini terdengar sangat keras. Tradisi ini biasanya melibatkan keluarga yang berkumpul dan mempersiapkan diri secara adat. Nilai solidaritas dan penghormatan terhadap alam dan leluhur ditemukan dalam pasola.
3. Tiwah (Kalimantan)
Tiwah adalah tradisi khas suku Dayak yang melibatkan pemakaman keluarga. Setelah dimakamkan selama beberapa tahun, tulang-tulang jenazah digali lagi, dibersihkan, dan dimasukkan ke dalam peti mati khusus yang diletakkan di atas tiang. Tradisi ini mengatakan bahwa roh harus dibebaskan dari ikatan duniawi agar mereka dapat pergi ke surga (lewu tatau). Tiwah menunjukkan hubungan erat yang ada antara keluarga yang tinggal bersama leluhur mereka dan betapa pentingnya memperkuat tali silaturahmi.
4. Bagelan (Jawa Tengah)
Di wilayah Cilacap, Banyumas, dan Purwokerto, begalan adalah tradisi untuk menyambut pernikahan. Rombongan pengantin laki-laki “diculik” dan ditahan sementara oleh keluarga pengantin perempuan dalam tradisi ini. Untuk meningkatkan keakraban dan mempererat hubungan keluarga, mereka dijamu dan dihibur selama ditahan. Tradisi ini menampilkan rasa kebersamaan dan kegembiraan yang membuat semua orang tertawa.
5. Megibung (Bali)
Megibung adalah tradisi makan bersama masyarakat Karangasem di Bali di mana sekelompok orang duduk bersama mengelilingi piring besar berisi berbagai makanan yang mereka santap secara bergantian. Megibung mengajarkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan rasa saling berbagi antar anggota keluarga dan masyarakat. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk mempererat persaudaraan dan rasa berbagi antar warga.
Tradisi keluarga adalah warisan budaya yang memperkuat identitas lokal. Mereka juga memiliki nilai pedagogis dan simbolik yang mengajarkan pentingnya kerja sama, rasa syukur, dan kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat. Menjaga identitas bangsa dan memperkuat hubungan antar generasi adalah tujuan melestarikan tradisi ini. [Imelda Faizza]






