Situbondo (beritajatim.com) – Persediaan gula hasil giling tebu rakyat (TR) di Pabrik Gula (PG) Asembagus, Situbondo, terus menumpuk. Dari total sekitar 12 ribu ton gula yang belum terjual, sebanyak 5.600 ton merupakan milik petani.
Manager Quality Assurance PG Asembagus, Lukman Noor Hakim, menjelaskan bahwa sejak periode lelang ke-9 hingga ke-13 belum ada transaksi yang berhasil. Padahal, sebelumnya setiap kali lelang rutin hari Rabu, masih ada gula yang laku.
“Kalau sebelumnya Alhamdulillah masih ada saja yang laku. Cuma periode lelang ke-9 sampai ke-13 kita belum ada yang laku lelang,” ujarnya saat diwawancarai BeritaJatim.com, Selasa (19/8/2025).
Lukman mengungkapkan, saat ini daya tampung gudang hanya tersisa sekitar 20 hari ke depan. Pasalnya, kapasitas maksimal gudang PG Asembagus mencapai 22 ribu ton, sedangkan produksi harian berkisar 300–320 ton gula.
“Bilamana nanti tidak laku lelang, tentunya kita akan mengambil langkah selanjutnya. Yang pernah kita bicarakan, kita akan melakukan sewa di luar. Dan itu pernah kita lakukan tahun lalu,” jelasnya.
Namun, kata Lukman, mekanisme sewa gudang ini masih dimatangkan di tingkat manajemen. Pihaknya menegaskan bahwa beban biaya tidak akan ditanggung petani. “Pembebanan kepada petani tidak ada. Apa pun itu masih tanggung jawab PG,” tegasnya.
Terkait wacana adanya kucuran dana dari Danantara untuk membeli gula petani, Lukman menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, yang terpenting adalah gula milik petani bisa segera terserap pasar.
“Kalau saya sih apa pun itu yang penting gula petani bisa laku terjual, kami sangat mendukung sekali. Mungkin butuh data-data apa kami siapkan, kami siap kok,” pungkasnya. [awi/ian]






