Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait yakin Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan laris manis pada masa mendatang. Sekolah tersebut sudah resmi beroperasi pada Jumat (15/8/2025).
Sekolah tersebut berdiri di atas lahan Balai Pendidikan dan Pelatih (BPP), di belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Namun lokasi ini belum permanen, karena rencananya akan ada pembangunan gedung baru di atas lahan seluas sembilan hektare di kawasan Stadiion Jember Sport Garden, Kecamatan Ajung.
“Anggarannya Rp 100-200 miliar. Nanti gedungnya akan menjadi gedung yang termegah untuk dunia pendidikan di Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait mengaku tak pernah membayangkan, sebuah gedung sekolah megah akan dinikmati anak-anak dari masyarakat kurang mampu. “Bayangkan, yang bikin saya bangga satu saja: sekolah termegah itu di dalamnya adalah anak-anak masyarakat dalam kategori tidak mampu,” katanya.
Saat ini, 44 orang siswa sekolah dasar dan 51 orang siswa sekolah menengah pertama belajar di sini dan tinggal di asrama. Seluruh kebutuhan mereka, termasuk makan, tidur, seragam, buku, dan peralatan sekolah ditanggung pemerintah. “Bukan cuman itu, nanti semua siswa dikasih laptop satu-satu,” kata Fawait.
Melihat kualitas fasilitas Sekolah Rakyat, Bupati Fawait yakin akan menarik minat masyarakat. “Saya yakin ke depan kalau orang-orang sudah tahu semua fasilitas sekolah rakyat, bagaimana gurunya, bagaimana fasilitasnya, insya Allah nanti antre-antre yang akan daftar di Sekolah Rakyat,” katanya.
Bupati Fawait percaya, dengan adanya sekolah rakyat ini, akan lebih banyak lagi anak warga yang tidak mampu yang akan menggapai sukses satu atau dua dasawarsa mendatang. “Mudah-mudahan Sekolah Rakyat ini bisa betul-betul efektif untuk memotong generasi yang masuk ‘kategori tidak mampu’ ke depan bisa menjadi mampu,” katanya. [wir]






