Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana halaman Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogodipenuhi keceriaan. Ratusan siswa dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah antusias mengikuti berbagai perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak seperti lomba-lomba modern yang kerap ditemui, pihak sekolah memilih mengangkat permainan tradisional sebagai ajang adu keterampilan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba egrang batok kelapa.
Meski tampak sederhana, permainan ini menuntut kecepatan sekaligus kepiawaian menjaga keseimbangan. Tawa dan sorak siswa pun pecah setiap kali peserta hampir terjatuh atau berhasil melaju dengan cepat menuju garis finis.
“Seru banget, soalnya egrang batok itu jarang dimainkan sekarang. Jadi kami bisa coba permainan zaman dulu,” kata Firdaus, salah satu siswa sekolah menengah yang juga peserta lomba, Jumat (15/8/2025).
Selain egrang batok kelapa, ada pula lomba puzzle pahlawan. Lomba ini tak hanya menghibur, tapi juga menjadi sarana mengenalkan para pahlawan nasional kepada siswa. Potongan-potongan gambar pahlawan harus disusun dengan cepat dan tepat. Hal ini untuk melatih ketelitian sekaligus memperkuat pengetahuan sejarah.
Kepala Sekolah Rakyat Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengatakan pilihan perlombaan tradisional bukan tanpa alasan. Dia ingin anak jaman sekarang juga merasakan serunya permainan jaman dulu.
“Kami ingin siswa merasakan permainan yang pernah populer di masa lalu, tapi tetap ada sentuhan lomba modern agar sesuai dengan zaman mereka yang merupakan generasi Z,” jelasnya.
Dia menambahkan, menggelar lomba untuk memeriahkan HUT RI sudah menjadi tradisi di banyak tempat, mulai dari lingkungan masyarakat, perkantoran, hingga lembaga pendidikan. Devit pun ingin ambil bagian di Sekolah Rakyat ink.
“Selain untuk hiburan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa persatuan, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan,” pungkas Devit. (end/but]

as a preferred source on Google




