Surabaya (beritajatim.com) – Mantan aktivis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Yudha Permana Putra, resmi memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonegoro. Pria kelahiran Dander, 10 Desember 1987 ini terpilih sebagai Ketua DPD PKS Bojonegoro setelah melalui proses seleksi internal yang ketat.
“Kita harus menjadi jalan bagi anak-anak muda yg ada di Bojonegoro. PKS lahir ketika momentum reformasi dan gelisahnya para aktivis dan anak muda, maka selayaknya PKS kembali menjadi rumah kolaborasi, apalagi di masa bonus demografi ini,” ujar Yudha ditemui di Surabaya, Kamis (14/8/2025).
Yudha dikenal luas di kalangan aktivis Surabaya sebagai alumni Fakultas Kedokteran Hewan Unair yang aktif memperjuangkan isu-isu mahasiswa dan masyarakat. Pengalaman memimpinnya teruji sejak menjabat Menteri BEM Unair, sebelum kemudian menekuni dunia politik di PKS.
“Ada demokratisasi di dalam tubuh partai, karena nama-nama yang diputuskan oleh DPP, itu adalah usulan dari kelompok pembinaan anggota, tentu dengan mempertimbangkan banyaknya usulan, rekam jejak yg bersangkutan dan kebutuhan organisas,” tutur Yudha.
Karier politiknya dimulai dari bawah, menjadi staf DPC Mulyorejo PKS Surabaya pada 2008–2010. Yudha kemudian dipercaya menjadi staf fraksi PKS di DPRD Jatim pada 2011–2018, hingga menjabat Deputi Pemuda Kreatif dan Sekjen Gema Keadilan Jatim.
“Jadi yang ditetapkan secara bersamaan ini, paket, ada 8. Ketua DPD PKS beserta sekretaris, bendahara dan ketua bidang kaderisasi. Juga ketua dan sekretaris majelis pertimbangan sekaligus ketua dan sekretaris dewan etik,” ucap Yudha.
Usai penetapan, Yudha menegaskan bahwa kepemimpinannya akan merangkul semua elemen partai dan masyarakat. Dia menargetkan PKS Bojonegoro menjadi wadah kolaborasi lintas generasi.
“Karena PKS milik semua kader. Makanya saya ingin merangkul semua pihak untuk ikut membangun dan melayani warga Bojonegoro setulus hati,” tandasnya. [asg/but]






