Surabaya (beritajatim.com) – Pimpinan Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, mengajak jurnalis yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Grahadi untuk bangga menjadi warga Jawa Timur dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia media. Ajakan tersebut disampaikan di hadapan 60 wartawan saat acara Teras Informasi Dinas Kominfo Provinsi Jatim di Surabaya, Rabu (13/8/2025).
Acara konferensi pers yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini juga menghadirkan narasumber dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, serta Dinas Perhubungan Jatim.
Dalam paparannya, jurnalis senior yang akrab disapa Lucky ini menekankan bahwa Jawa Timur memiliki keunggulan kompetitif di berbagai sektor, mulai dari minyak dan gas bumi (migas), surplus beras, hingga produksi tebu. Ia menilai keberhasilan tersebut berkat konsistensi kepemimpinan di Jawa Timur.
“Jatim punya keunggulan kompetitif cukup besar, mulai sektor migas, surplus beras dan tebu. Kunci keberhasilan Jatim itu karena pemimpin Jatim tidak pernah berganti-ganti kebijakan, dan justru saling melengkapi. Apa yang dilakukan Gubernur Soelarso, ditambal bagus oleh Gubernur Basofi Sudirman, begitu juga di era Gubernur Imam Utomo, Gubernur Pakde Karwo (Soekarwo) dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat ini. Kebersinambungan dari kebijakan pemimpin Jatim itu jadi kunci keberhasilan Jatim. Beda dengan di Jawa Barat, ganti gubernur, kebijakan gubernur sebelumnya disalahkan,” jelasnya.
Lucky juga mengingatkan bahwa momentum HUT Kemerdekaan RI tidak hanya berkaitan dengan aspek heroik, tetapi juga harus mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjaga.
Sebagai anggota Dewan Pendiri Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, ia mendorong jurnalis Pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik agar tetap relevan di era digital.
“Jangan hanya menulis berita saja, saat ini teks sudah mati. Ini karena orang itu sudah nggak pernah baca web, tapi baca web dari medsos. Jika ingin media tetap tumbuh dan jangkauan luas, jangan lupa mulai bermain visual dan video di medsos. Kita sebagai jurnalis berusaha jadi lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan pembaca. Apalagi kalau nulisnya sama dengan rilis, bisa habis,” pungkasnya. [tok/beq]







