Sumenep (beritajatim.com) – Mantan Menko Polhukam, Prof DR Moh. Mahfud MD menilai Madura punya potensi untuk menjadi provinsi tersendiri, lepas dari Jawa Timur. Namun ia mengingatkan agar-agar syarat-syaratnya dipenuhi.
“Tidak hanya syarat administratif. Tetapi juga cara pengelolaan sumber daya alam, kemudian sumber daya manusianya, harus dipersiapkan mulai sekarang,” katanya, Rabu (13/8/2025).
Mahfud MD berada di Sumenep pada Rabu untuk menyampaikan orasi ilmiah upacara akademik dalam Dies Natalis ke-39 Universitas Wiraraja Sumenep di Pendopo Agung Sumenep.
“Saya yakin, negara pasti memberi peluang sebuah wilayah untuk maju. Kalau pilihan untuk maju harus dengan berubah menjadi provinsi, ayo diperjuangkan. Kita kerjakan sama-sama,” tandasnya.
Namun Mahfud mengingatkan agar persoalan Madura menjadi provinsi atau tidak, tidak menjadi bahan keributan. Karena menurutnya semua pada dasarnya sama. Tetap satu Indonesia.
“Sama-sama Indonesia. Madura mau provinsi atau tidak, sama-sama Indonesia. Jadi jangan ribut. Hanya saja kelebihannya kalau jadi Provinsi itu bisa lebih fokus pada urusan domestik kita sendiri,” tandasnya.
Mahfud mengingatkan semua pihak, termasuk sivitas akademika Unija Sumenep ikut merawat Indonesia dengan rasa nasionalisme. “Mari kita semua ikut memiliki Indonesia yang dilandaskan pada wawasan kebangsaan. Cinta Indonesia dengan mengkampanyekan kebenaran, dan melawan korupsi,” tegasnya disambut tepukan riuh hadirin. [tem/suf]






