Malang (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Gelombang 3 Tahap 2 untuk tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran berlangsung mulai 9 hingga 23 Agustus 2025, memberi kesempatan tambahan bagi mereka yang sebelumnya belum sempat mendaftar atau masih menunggu hasil seleksi di perguruan tinggi negeri (PTN).
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengatakan pembukaan tahap tambahan ini merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa banyak orang tua dan calon mahasiswa yang berharap ada tambahan waktu pendaftaran, khususnya di Fakultas Kedokteran.
“Ini bukan sekadar perpanjangan, tapi pembukaan Gelombang 3 Tahap 2 dengan jadwal tetap mengikuti aturan yang ada,” ujarnya saat sesi jumpa media, Rabu (13/8/2025) siang.
Jadwal Penting Pendaftaran FK Unisma Gelombang 3 Tahap 2 meliputi: Pendaftaran dimulai 9 sampai 23 Agustus 2025. Tes Seleksi dilakukan 25–29 Agustus 2025. Pengumuman Akhir pada 30 Agustus 2025. Kemudian Her-Registrasi dimulai 30 Agustus sampai 5 September 2025.
Menurut Prof. Junaidi, kuota tambahan sangat terbatas, hanya 20 mahasiswa. Tambahan ini tidak memengaruhi besaran biaya pendidikan karena seluruh aturan mengikuti ketentuan Gelombang 3.
“Bagi yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, sebaiknya segera mendaftar sebelum kuota penuh,” tegasnya.
Meski memiliki akreditasi yang memungkinkan menerima hingga 200 mahasiswa, Fakultas Kedokteran Unisma secara konsisten hanya menerima 100–120 mahasiswa baru per tahun. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas proses pembelajaran.
Hasilnya terlihat jelas, FK Unisma telah mencetak 13 kali kelulusan 100% pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) tahap pertama. Prestasi ini menjadikan Unisma salah satu kampus dengan tingkat kelulusan tertinggi secara nasional.
“Mahasiswa kita tidak hanya lulus semua di ujian pertama, tapi juga memiliki kesiapan mental, etika, dan keterampilan klinis yang baik. Itulah hasil dari pembatasan kuota dan pengelolaan pendidikan yang serius,” kata Prof. Junaidi.
Salah satu ciri khas FK Unisma adalah pembinaan keagamaan yang terintegrasi. Mahasiswa tahun pertama diwajibkan mengikuti program di Pondok Pesantren Ar Razi FK Unisma, mereka mendapat penguatan karakter, pemahaman agama, dan bahkan fasilitas untuk menghafal Al-Qur’an bagi yang berminat.
“Kami ingin melahirkan dokter yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat,” ungkapnya.

Untuk mendukung pendidikan profesi (koas), mahasiswa FK Unisma tidak hanya belajar di RSI Unisma, tetapi juga ditempatkan di berbagai rumah sakit mitra sesuai bidang spesialisasi, seperti rumah sakit paru, bedah, anak, dan lain-lain.
Dengan jaringan rumah sakit yang luas, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman klinis yang komprehensif, siap menghadapi tantangan dunia medis setelah lulus.
Unisma juga telah mendeklarasikan diri sebagai zona anti kekerasan, anti perundungan, dan anti radikalisme sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, kampus menegaskan bahwa tidak ada praktik titip-menitip dalam penerimaan mahasiswa.
“Seleksi dilakukan secara murni dan transparan. Calon mahasiswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena tes meliputi psikologi, bidang studi seperti matematika dan biologi, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan termasuk uji buta warna,” jelas Prof. Junaidi.
Dengan kuota hanya 20 kursi tambahan, persaingan di Gelombang 3 Tahap 2 FK Unisma dipastikan akan ketat. Calon mahasiswa yang lolos akan bergabung dalam lingkungan akademik yang telah terbukti unggul secara nasional.
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Unisma atau langsung di kampus. Prof. Junaidi berharap masyarakat memanfaatkan peluang ini dengan baik. “Kami ingin mencetak dokter yang berkualitas, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” kata Prof Junaidi menutup. (dan/but)






