Jember (beritajatim.com) – Kepengurusan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) telah terbentuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 23 Juli 2025. Tak lagi menjadi permainan yang menguatkan silaturahmi, domino kini diharapkan bisa mencetak prestasi.
Berbeda dengan kebanyakan cabang olahraga lain yang menggelar turnamen perdana di gelanggang olahraga, Pordi Jember menggelar turnamen resmi domino perdana di Kedai Sawah, salah satu lokasi kongko-kongko warga Perumahan Kebonagung Indah, Kecamatan Kaliwates, 9-10 Agustus 2025.
Diikuti kurang lebih seratus orang warga, Ketua Pordi Jember Jumantoro mengatakan, domino diterima di semua kalangan. “Olahraga ini murah meriah dan jadi tempat sambung silaturahmi dalam acara HUT RI ke-80,” katanya, Senin (11/8/2025).
Jumantoro menargetkan domino di Jember tak berhenti sebagai olahraga silaturahmi. “Kami membentuk pengurus tingkat kecamatan dan mengedukasi masyarakat bahwa domino sudah diakui pemerintah. Tak lagi sekadar identik dengan melekan (begadang) di poskamling,” katanya.
Jumantoro mengakui targetnya tak mudah. Dia bersyukur mendapat dukungan Wakil Bupati Djoko Susanto yang datang membuka turnamen tersebut, Sabtu (9/8/2025) malam. “Kehadiran Pak Djoko di kalangan pecinta domino jadi support tersendiri,” katanya.
Sementara itu, Djoko Susanto mengapresiasi suasana guyub dalam turnamen tersebut. “Karena domino sudah diakui, tentu membutuhkan keseriusan pengelolaan cabang olahraga baru. Perlu perhatian supaya Jember bisa berprestasi,” katanya. Pengakuan terhadap domino, menurut Djoko, menepis dampak negatif yang selama ini ditudingkan.
Namun di sisi lain, Djoko melihat kekuatan domino bukan hanya pada capaian prestasi. “Jangan lupa, domino atau dulu dikenal dengan nama gaple ini meripakan salah satu media untuk menciptakan kebersamaan dan menjaga keamanan lingkungan. Gaple sejak dulu kan jadi media permainan di poskamling,” katanya. [wir]






