Ponorogo (beritajatim.com) – Halaman komplek Pemkab Ponorogo, berubah menjadi lautan merah putih. Ratusan bendera berkibar serentak dalam aksi yang digelar Kodim 0802/Ponorogo untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Momen ini terasa istimewa karena berlangsung sesaat setelah Upacara Peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo. Tak hanya pasukan TNI yang terlibat, sejumlah seniman Reog Ponorogo turut memeriahkan acara, menciptakan kolaborasi yang memadukan semangat nasionalisme dengan kekayaan budaya lokal.
Sebagai ikon seni tradisi, Reog Ponorogo telah diakui dunia sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Perpaduan tarian Reog dengan pengibaran bendera massal bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan dan sarana untuk menanamkan rasa cinta tanah air.
“Mengibarkan Bendera Merah Putih secara massal yang dikolaborasi dengan tarian Reog Ponorogo ini adalah salah satu rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Inf Dwi Soerjono, Senin (11/8/2025).
Menurutnya, konsep tersebut sengaja dipilih untuk menggugah semangat kebangsaan sekaligus menjaga warisan budaya asli Ponorogo.
“Sengaja kami kemas sedemikian rupa dengan harapan, di samping menggugah semangat kebangsaan dan sebagai penghargaan atas perjuangan para pahlawan. Selain itu juga sebagai wahana untuk melestarikan atau menjaga warisan budaya daerah asli Ponorogo,” terang Dwi Soerjono.
Dia menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan jiwa, raga, dan harta para pejuang bangsa. Aksi ini mendapat sambutan hangat. Para tamu undangan, tokoh masyarakat, hingga warga yang memadati Aloon-Aloon tampak antusias. Riuh tepuk tangan dan teriakan bangga menggema, mengiringi penampilan para prajurit Kodim 0802/Ponorogo yang tampil penuh semangat, kompak, dan totalitas.
Dengan harmoni antara kibaran merah putih dan dentuman musik Reog, Ponorogo kembali menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bisa menjadi panggung untuk meneguhkan identitas budaya sekaligus memupuk rasa persatuan. (end/kun)






