Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Probolinggo segera memulai proyek penataan kawasan Alun-Alun setelah menandatangani kontrak kerja dengan pelaksana proyek, CV Dua Putri Pertahanan asal Sidoarjo, yang menjadi pemenang tender.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, menyatakan bahwa setelah proses administrasi kontrak rampung, lokasi alun-alun sepenuhnya berada dalam tanggung jawab pihak pelaksana.
“Secepatnya, atau minggu malam, pekerjaan sudah bisa dimulai. Area sekitar alun-alun akan ditutup menggunakan pagar pembatas yang disiapkan langsung oleh pihak pelaksana,” jelasnya.
Sambil menunggu pemasangan pagar utama, pengamanan awal akan dilakukan oleh Satpol PP dan Dinas PU. Pagar sementara akan dipasang untuk membatasi area kerja, guna menjamin keamanan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Setyorini menambahkan, penataan kawasan Alun-Alun meliputi perbaikan drainase, pembangunan trotoar di seluruh sisi, pemasangan fasilitas utilitas seperti jaringan listrik dan penerangan jalan umum (PJU), penataan parkir, serta pengadaan bangku taman.
“Fokusnya bukan hanya mempercantik, tetapi juga memperbaiki fungsi dan kenyamanan ruang publik,” ujarnya.
Proyek ini dianggarkan sebesar Rp8 miliar, hasil negosiasi dari pagu awal Rp9,45 miliar atau turun sekitar 14,9 persen. Jika dalam pelaksanaan ditemukan kebutuhan tambahan mendesak yang belum tercantum dalam RAB, perubahan dapat dilakukan melalui mekanisme adendum.
Adapun revitalisasi pujasera di kawasan alun-alun belum masuk dalam proyek tahun ini. PUPR akan memulai penyusunan desain teknis pada 2025 dan pelaksanaan fisiknya direncanakan pada tahun anggaran 2026. [ada/beq]






