Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana halaman Mapolres Ponorogo, Jumat (8/8/2025), berubah layaknya pasar rakyat. Ratusan warga berbondong-bondong sejak pagi membawa kantong belanja demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga miring melalui Gerakan Pangan Murah.
Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Bulog yang kali ini dilaksanakan oleh Polres Ponorogo untuk menstabilkan harga bahan pokok yang terus merangkak naik di pasaran.
“Alhamdulillah, sangat terbantu. Sekarang harga beras di pasar sudah mahal, di sini lebih murah,” kata Didin Iriana Wati, warga yang ikut antre.
Dalam gelaran ini, Polres Ponorogo menyiapkan 47 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pasokan tersebut berasal dari seluruh Polsek jajaran yang masing-masing menyuplai 2 ton, sementara Polres menyediakan 5 ton.
Beras dijual Rp11.700 per kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.700. Selain beras, tersedia minyak goreng dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan, langkah ini diharapkan menjadi penopang daya beli masyarakat.
“Kita jual sesuai harganya Bulog,” ujarnya.
Kenaikan harga bahan pokok membuat pasar murah ini diserbu warga. Antrean panjang terlihat sejak pagi namun tetap tertib berkat pengaturan petugas. Bagi warga, momen ini menjadi napas lega di tengah tekanan ekonomi, sementara bagi pemerintah dan kepolisian, ini bukti sinergi yang menghadirkan manfaat nyata.
Gelaran serupa direncanakan akan terus digelar di titik-titik lain sehingga stabilisasi harga pangan benar-benar terasa hingga ke pelosok Ponorogo.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” pungkas AKBP Andin. [end/beq]






