Bondowoso (beritajatim.com) – Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah di Kabupaten Bondowoso. Selama periode Januari hingga Juni 2025, pendapatan dari sektor pajak kendaraan di wilayah ini tercatat mencapai Rp16,6 miliar.
Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Bondowoso, Bambang Heru Suwanto menjelaskan bahwa perolehan tersebut berasal dari skema bagi hasil antara Pemprov Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. “Untuk sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp11,4 miliar, dan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp5,2 miliar,” ungkap Bambang, Rabu (6/8/2025).
Selain itu, sektor retribusi parkir berlangganan juga turut berkontribusi. Dari total Rp1,8 miliar, sekitar Rp1,5 miliar atau 82 persen masuk ke kas daerah. Tingginya partisipasi masyarakat dinilai tak lepas dari kembali digulirkannya program pemutihan pajak kendaraan yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 31 Agustus 2025. Program ini memungkinkan wajib pajak hanya membayar pajak tahun berjalan tanpa harus menanggung tunggakan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Pajak Kendaraan Bermotor (PDPP KB) Samsat Bondowoso, Bambang Widia menambahkan bahwa program kali ini diperluas untuk menyasar kelompok masyarakat tertentu. “Pengemudi ojek daring, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), dan pemilik kendaraan roda tiga juga mendapatkan pembebasan pajak. Namun harus melakukan verifikasi di kantor Samsat dengan membawa Kartu Keluarga dan kartu PKH asli,” tegasnya.
Untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan layanan, Samsat Bondowoso memperkenalkan inovasi pembayaran pajak digital bertajuk Sanggul Nyai Belusukan. Melalui program ini, warga dapat membayar pajak cukup dengan memindai stiker kode QR yang tersedia di kantor desa atau kecamatan, lalu melanjutkan transaksi secara daring.
“Pembayaran bisa dilakukan dari rumah lewat aplikasi seperti Tokopedia, Shopee, maupun Bank Jatim. Tak perlu repot datang ke kantor,” pungkas Bambang Widia. [awi/beq]






