Sidoarjo (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional.
Target ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Kabupaten Sidoarjo yang sebelumnya meraih predikat Wiwerda pada tahun 2019.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam konsep hexahelix demi mewujudkan sembilan tatanan kabupaten sehat.
Dalam pemaparan kepada tim verifikator nasional secara virtual di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (5/8/2025), Bupati Subandi menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.
“Ada beberapa program unggulan yang menjadi fokus penilaian, seperti aplikasi SiCantik (Sidoarjo Cegah Anak Stunting), layanan sedot tinja berkala, serta program Jihad Rawat Kali,” terang Bupati Subandi.
Ia menjelaskan, Jihad Rawat Kali merupakan gerakan kolektif yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. “Jihad Rawat Kali adalah gerakan bersama dalam menjaga kebersihan sungai yang melibatkan OPD, komunitas dan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengelolaan pasar sehat, dan pengembangan sekolah ramah anak juga menjadi bagian penting dalam upaya meraih Swasti Saba Wistara.
Dengan pendekatan kolaboratif dan program-program inovatif, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu mengukir prestasi nasional di bidang kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (isa/ted)






