Liverpool (beritajatim.com) – Bagaimana rasanya mencetak 5 gol dari 4 laga tetapi tidak diinginkan tim? Itu yang saat ini terjadi kepada Darwin Nunez. Golnya ke gawang Athletic Bilbao dini hari tadi adalah yang kelima di agenda pramusim kali ini.
Hanya, produktivitas itu tak cukup untuk mengubah pandangan LFC terhadapnya. Striker Uruguay itu tetap masuk daftar pemain yang harus pergi musim panas ini.
Ya, dana hasil penjualan Darwin akan digunakan LFC untuk membeli Alexander Isak. Padahal, posisi Newcastle United hingga hari ini masih enggan melepas striker andalannya itu. Tawaran GBP120 juta (Rp 2,6 triliun) dari LFC pekan lalu juga ditolak mentah-mentah.
“❤,” takarir Darwin di media sosialnya usai laga melawan Bilbao. Singkat namun sarat makna. Dia masih ingin bertahan di Anfield. Kontraknya masih berlaku hingga 30 Juni 2028.
Tetapi, kesabaran LFC kepada Darwin tampaknya sudah habis. Didatangkan dari SL Benfica dengan GBP64 juta (Rp1,39 triliun) tiga tahun lalu, striker 26 tahun itu “hanya” mengemas 40 gol dan 26 assist dari 143 laga.
Dalam rentang waktu yang sama, Isak mencetak 62 gol dan 11 assist. Striker Swedia itu juga bermain lebih sedikit untuk melakukannya daripada Nunez (109 laga).
Untuk klub yang tertarik membeli Darwin, Al Hilal jadi yang paling serius. GBP50 juta (Rp1,08 triliun) sangat mungkin jadi win-win solution agar kepindahannya segera terwujud. Kesepakatan bisa tuntas pekan depan.
“Simone Inzaghi (pelatih Al Hilal, Red) sangat menginginkan Darwin. Dia bakal melengkapi timnya untuk target besar musim ini (juara Liga Champions Asia, Red)” klaim Fabrizio Romano. (dio)






