Sumenep (beritajatim.com) – Seorang nenek berinisial S (80), warga Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, meninggal dunia setelah dianiaya oleh cucunya sendiri berinisial M (29). Pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan saat ini telah diamankan pihak kepolisian.
Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian tragis itu terjadi pada Selasa (5/8/2025) di kediaman korban. “Cucu si nenek ini diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan,” ujarnya.
Keterangan awal diperoleh dari pelapor berinisial F (41), yang merupakan anggota keluarga. Saat kejadian, F baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati M hendak masuk ke dalam rumah dengan kondisi tangan kiri penuh darah. “Ada luka sayat pada pergelangan lengan kiri pelaku, serta bercak darah yang membasahi baju bagian kirinya,” jelas Widiarti.
Korban sempat menegur pelaku karena khawatir dengan kondisinya. Namun, pelaku justru bereaksi agresif. Ia mengejar neneknya dan mengambil sebatang besi milik tukang bangunan yang sedang bekerja di sebelah timur rumah. Besi tersebut kemudian dihantamkan ke kepala korban dari arah belakang.
“Korban pun roboh seketika dengan luka parah di bagian kepala. Darah mengucur deras hingga korban diduga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap Widiarti.
Warga yang mengetahui peristiwa itu segera menghubungi polisi. Petugas dari Polsek Lenteng yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan luka sayat pada pergelangan tangan kiri dan ulu hati pelaku.
Pihak keluarga menyebut bahwa M sebelumnya memang memiliki gangguan kejiwaan dan telah mendapat surat rekomendasi pemeriksaan kejiwaan dari RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep. Saat ini pelaku telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini, termasuk memverifikasi kondisi kejiwaan pelaku dan motif di balik tindakan brutal tersebut,” kata Widiarti. [tem/beq]






