Surabaya (beritajatim.com) – Senin, 4 Agustus 2025, wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo diperkirakan akan mengalami cuaca yang cukup bersahabat dengan pola langit berawan di pagi hari dan berubah cerah menjelang sore.
Prakiraan ini disampaikan oleh Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan dari BMKG Juanda, yang menyebutkan bahwa cuaca cenderung stabil meskipun setiap wilayah memiliki sedikit perbedaan suhu dan kelembapan udara.
Di wilayah Ngawi, masyarakat akan menghadapi pagi yang diselimuti awan sejak pukul 06.00 WIB. Kondisi ini akan bertahan hingga siang hari sekitar pukul 12.00 WIB.
“Langit mulai cerah pada pukul 15.00 WIB dan akan berlangsung hingga malam pukul 21.00 WIB,” ujar Oky Sukma Hakim.
Suhu udara di Ngawi cukup hangat dengan kisaran antara 22 hingga 32 derajat Celcius. Sementara itu, angin bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan 13,6 km/jam dan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 55 hingga 98 persen.
Berbeda dengan Ngawi, Magetan mengalami suhu yang sedikit lebih sejuk, meskipun pola cuacanya hampir serupa. Sejak pagi hingga siang, langit juga akan terlihat berawan. Namun begitu memasuki sore hari, matahari akan mulai terlihat menyinari kota ini.
“Suhu maksimum di Magetan hanya mencapai 29 derajat Celcius, lebih rendah dari Ngawi,” jelas Oky.
Angin di wilayah ini berhembus dari arah Barat Daya dengan kecepatan sekitar 10,8 km/jam. Kelembapan udaranya pun bervariasi antara 63 hingga 96 persen.
Sementara itu, cuaca di Ponorogo terbilang lebih dinamis dibandingkan dua wilayah sebelumnya.
“Langit Ponorogo akan berawan dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Lalu cerah terik saat siang, kembali berawan di sore hari, dan cerah berawan saat malam,” tambahnya.
Suhu udara di kota ini berada pada kisaran 23 hingga 31 derajat Celcius, dengan angin dari arah Selatan berkecepatan 14,7 km/jam. Tingkat kelembapan udara berkisar antara 58 hingga 94 persen.
Secara umum, cuaca di ketiga wilayah ini cukup mendukung untuk aktivitas luar ruangan, terutama di sore hari saat langit cerah. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, serta menjaga kondisi tubuh di tengah suhu udara yang cukup lembap.
“Meskipun tidak ada potensi hujan, kami tetap menyarankan warga membawa perlengkapan pelindung dari sinar matahari atau debu,” pungkas Oky. [mnd/aje]






