Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) membawa inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa. Melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT 3), mereka mengimplementasikan metode Balanced Scorecard (BSC) di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sebagai upaya strategis untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik.
Emilius Janggur ketua Pengabdian Masyarakat Tematik kelompok 22 menjelaskan bahwa sebagai garda terdepan pemerintahan, kinerja pemerintah desa memegang peranan krusial. Namun, pengukurannya sering kali hanya terfokus pada aspek keuangan. Menjawab tantangan ini, mahasiswa Jurusan Manajemen Unitri menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah untuk memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Balanced Scorecard sendiri merupakan sebuah alat manajemen strategis yang menawarkan evaluasi kinerja komprehensif dari empat perspektif kunci, yaitu kepuasan pelayanan masyarakat, efisiensi proses internal, pembelajaran dan pertumbuhan kapasitas perangkat desa, serta pengelolaan keuangan,” ujarnya.
Pendekatan Balanced Scorecard memberikan pandangan yang jauh lebih seimbang dan menyeluruh, melampaui evaluasi tradisional yang sering kali berat sebelah. Pemerintah Desa Bendosari menyambut baik inisiatif ini. Pak Edi, selaku Kepala Dusun Dadapan Kulon yang mewakili pemerintah desa, menyatakan dukungannya terhadap penerapan metode BSC untuk mengukur kinerja perangkat dan efektivitas program kerja.
“Penggunaan metode Balanced Scorecard membantu kami menilai kinerja tidak hanya dari sisi administrasi dan anggaran, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada masyarakat dan kemampuan pengembangan kapasitas internal perangkat desa,” jelas Pak Edi.
Menurut Emilius proses penerapan ini diawali dengan penggalian data secara langsung. Para mahasiswa melakukan wawancara mendalam dengan perwakilan masyarakat untuk menangkap gambaran utuh mengenai kinerja pemerintah desa.
“Pertanyaan yang diajukan mencakup capaian pembangunan, efektivitas layanan administrasi, tingkat partisipasi masyarakat, hingga efisiensi penggunaan anggaran. Melalui penerapan metode ini, Pemerintah Desa Bendosari diharapkan mampu menyusun perencanaan program yang berbasis data akurat dan menyempurnakan sistem pelaporan kinerja tahunannya menjadi lebih komprehensif,” ujar Emilius
Lebih jauh lagi, keberhasilan program ini berpotensi menjadikan Desa Bendosari sebagai percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Malang dalam hal penerapan manajemen kinerja yang modern. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa ini menjadi langkah penting untuk menciptakan pemerintahan yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warganya, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di tingkat lokal,” tutup Emilius. (dan/but)






