Jember (beritajatim.com)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, menggelar sosialisasi pemanfaatan bunga telang dan pengenalan minuman probiotik kombucha kepada ibu-ibu PKK, Rabu (30/07/2025). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya bunga telang di desa tersebut yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Sosialisasi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB di Balai Desa Kedungrejo. Para mahasiswa menyampaikan materi mengenai kandungan bunga telang, manfaat kesehatan, serta potensi pengembangan produk olahan berbasis bunga telang. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada kombucha telang melalui demonstrasi langsung pembuatan minuman tersebut.
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi dari larutan teh (dalam hal ini teh telang) dan gula, dengan bantuan mikroorganisme simbiotik yang dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast).
“Kombucha memiliki potensi nilai jual tinggi. Proses pembuatannya pun tidak terlalu sulit, asal telaten dan bersih. Kombucha juga mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, flavonoid sebagai antioksidan, serta asam asetat dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh,” jelas Salma Nu’maa, mahasiswa KKN UNEJ yang menjadi narasumber.
Selama demonstrasi, antusiasme ibu-ibu PKK terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Koordinator Kader Gerbangmas, Sri Wahyuni, menyambut baik ide pengolahan kombucha telang dan menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan produk tersebut bersama para kader dan anggota PKK lainnya, dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi desa.
“Ini ide yang bagus. Bisa dikembangkan untuk pasar yang lebih luas. Nggak semua orang bisa buat ini. Alhamdulillah ibu-ibu dapat ilmu baru, semoga bisa dipraktikkan bersama,” ungkap Sri Rusdiati, salah satu kader Gerbangmas.
Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa KKN juga membagikan produk kombucha hasil racikan mereka untuk dicicipi oleh peserta. Umumnya, rasa minuman ini dapat diterima dengan baik meskipun beberapa ibu menyoroti aroma yang cukup khas. Sebelum pulang, para peserta diberikan benih bunga telang untuk dibudidayakan di pekarangan rumah masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan baru kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu mengolah hasil pertanian lokal dengan teknologi sederhana sehingga memiliki nilai jual dan manfaat ekonomi bagi desa. [aje]






