Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengambil langkah serius untuk mengawal program RT Keren yang mengucurkan anggaran lebih dari Rp 30 miliar dari APBD 2025. Untuk memastikan dana tersebut tidak terbuang sia-sia, Pemkot kini melakukan seleksi ketat terhadap calon tenaga pendamping program.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Blitar, Fredy Hermawan, menegaskan bahwa tenaga pendamping adalah kunci keberhasilan pelaksanaan RT Keren. Mereka akan bertugas mendampingi realisasi dana Rp 50 juta per RT agar tepat guna dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin dana sebesar itu terbuang percuma. Tenaga pendamping ini akan memastikan setiap program di RT berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak nyata,” ujar Fredy, Kamis (31/07/2025).
Proses seleksi sudah dimulai sejak 23 Juli lalu, diawali dengan pendaftaran dan dilanjutkan tes tulis berbasis komputer di salah satu universitas ternama di Kota Blitar. Setelah itu, para peserta akan menjalani tahap wawancara. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 2 Agustus 2025.
Fredy menegaskan bahwa seleksi bebas dari praktik titipan. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu syarat utama adalah calon pendamping harus merupakan warga Kota Blitar.
“Ini untuk memastikan mereka memahami betul kondisi dan kebutuhan masyarakat di lingkungannya,” imbuhnya.
Program RT Keren sendiri dirancang untuk memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat. Dana sekitar Rp 50 juta per RT dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan fisik kecil hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Dengan total anggaran mencapai Rp 30 miliar lebih, Pemkot Blitar berharap pendamping yang terpilih dapat memastikan penggunaan dana berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai perencanaan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan atau proyek yang tidak berdampak. [owi/beq]






