Pacitan (beritajatim.com) – Progres renovasi gedung bekas Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat gelombang dua di Kabupaten Pacitan mengalami kendala akibat cuaca buruk. Hujan deras dalam beberapa hari terakhir memperlambat sejumlah pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.
Kontraktor pelaksana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Ino Sukawardhana, menyebutkan bahwa curah hujan tinggi membuat air menggenangi galian pondasi tiang bangunan.
“Air memenuhi lubang cakar ayam, jadi pekerjaan pengecoran harus tertunda karena harus dikuras dulu,” ungkap Ino, ditulis Kamis (31/7/2025).
Tidak hanya pekerjaan struktur bawah, bagian atas bangunan pun terdampak. Aktivitas pekerja kerap terhenti saat hujan turun.
“Kalau material semua sudah siap, tapi saat hujan ya tidak bisa kerja,” imbuhnya.
Selain merenovasi gedung utama, pihak kontraktor juga membangun fasilitas hunian sementara berupa modul box (mobox) dengan sistem knock-down. Fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai asrama karena belum tersedia bangunan permanen. Seluruh proyek renovasi ini menelan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.
Dengan tenggat waktu yang tinggal tujuh hari, Ino memastikan bahwa pekerjaan tetap dikebut. “Targetnya Selasa depan bangunan sudah selesai semua. Tinggal naikkan mobox-nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pengerjaan fisik termasuk instalasi listrik ditargetkan rampung sebelum 7 Agustus 2025. Untuk urusan pengadaan dan pemasangan mebel, menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.
Saat ini terdapat sekitar 75 pekerja di lokasi proyek. Meski waktu semakin sempit, tidak ada penambahan tenaga kerja. “Kita tidak menambah pekerja, hanya menggeser sebagian dari tim renovasi untuk membantu percepatan pekerjaan fisik lainnya,” pungkas Ino. (tri/but)






