Mojokerto (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Pengmas bertajuk ‘Pelatihan Copywriting dan Digital Marketing untuk Membangun Bisnis Online Khas Majapahit’ digelar di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Program ini digagas oleh tim dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prodi S1 dan S2 Teknik Biomedis UNAIR, dengan melibatkan Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio, sebagai Ketua Tim. Dalam pelatihan ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dibekali keterampilan dasar digital marketing hingga teknik copywriting yang mampu mendongkrak daya tarik produk mereka di ranah digital.
Dua narasumber dihadirkan untuk memperkuat materi, yakni Angga Erlandi, SE, M.Ec.Dev yang membahas strategi dasar pemasaran digital melalui e-commerce dan media sosial (medsos) serta Usma Nur Dian Risyidah, S.S, M.A yang membimbing peserta dalam merangkai narasi produk yang menjual melalui copywriting yang efektif.
Uniknya, pelatihan ini juga mendorong internasionalisasi produk. Setiap peserta tidak hanya menyusun deskripsi produk dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Presentasi dilakukan dengan simulasi pitching produk yang disertai kalimat promosi (call to action) dan mendapat masukan langsung dari para narasumber.
“Peserta tidak hanya dibekali ilmu, tapi juga langsung menghasilkan media promosi baku berupa narasi dan slogan produk yang siap digunakan untuk promosi digital,” ungkap Ketua Tim Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio.
Menghidupkan Kembali Warisan Majapahit Lewat Inovasi Digital
Desa Jatipasar sendiri memiliki kekayaan budaya dan sejarah luar biasa, sebagai bagian dari wilayah Trowulan, pusat Kerajaan Majapahit. Hampir 90 persen penduduk desa ini merupakan pemahat batu dengan produk seperti miniatur candi, mahkota Majapahit, patung dewa, dan kerajinan terakota khas.
Namun sejak 2014, geliat budaya dan ekonomi desa mengalami kemunduran. Jumlah pengrajin terakota terus menurun, ekspor terhenti, dan UMKM batik Wringin Lawang sebagai ikon desa mengalami stagnasi dalam hal desain dan pemasaran. Melalui pelatihan ini, UNAIR ingin mendorong kebangkitan kembali potensi lokal dengan pendekatan digital.
Branding dan promosi berbasis sejarah dan budaya seperti Candi Wringin Lawang sebagai ‘gerbang Majapahit’ dan situs Kebo Iwa yang masih kurang tereksplorasi menjadi landasan strategi pengembangan desa wisata dan produk UMKM Jatipasar. “Produk unggulan seperti batik tulis Wringin Lawang dan kerajinan terakota tidak hanya bernilai sejarah tinggi, tetapi juga punya potensi pasar jika dikemas dan dipasarkan secara profesional,” imbuhnya.
Strategi Digital Menuju Desa Wisata Berdaya Saing Global
Dengan pelibatan aktif masyarakat, khususnya UMKM, pelatihan tersebut menjadi langkah awal menuju pengembangan one-stop tourism yang mengintegrasikan budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif. Digital marketing menjadi solusi utama dalam meningkatkan rekognisi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekspor kembali.
Kepala Desa (Kades) Jatipasar, Mulyadi pun berharap agar program semacam ini bisa berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik wisata dan memperbaiki ekonomi masyarakat setempat. “Kami ingin agar wisatawan yang datang tidak hanya melihat candi, tapi juga bisa menikmati atraksi budaya, membeli produk lokal, dan membawa pulang cerita dari Majapahit,” ujarnya. [tin/ian]

Menghidupkan Kembali Warisan Majapahit Lewat Inovasi Digital




