Bondowoso (beritajatim.com) – Antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai berangsur normal, Rabu (30/7/2025). Warga yang sebelumnya harus mengantre hingga berjam-jam kini hanya membutuhkan waktu belasan menit untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
“Kayaknya cuma 15–20 menit sejak datang, sudah dapat bensin. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai normal,” ujar Supriyanto, warga Bondowoso, saat ditemui di SPBU Tamansari.
Kondisi ini kontras dengan situasi pada Minggu (27/7/2025), di mana antrean mengular hingga dini hari di hampir seluruh SPBU. Warga bahkan mengaku harus menunggu hingga empat jam.
“Saya antre sejak jam setengah 10, baru bisa isi BBM-nya setengah 2 pagi,” tutur Humaini, warga Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.
Hal senada disampaikan Rullah, warga Kecamatan Pujer. “Saya pernah antre 2 jam di SPBU Tamansari. Ketika nyaris sampai (ke titik pengisian), BBM-nya habis,” keluhnya.
PT Pertamina Patra Niaga Jember memastikan bahwa pasokan BBM di Bondowoso mulai stabil. Berdasarkan data per Rabu (30/7/2025), beberapa SPBU telah mendapat suplai besar, terutama untuk jenis Pertalite yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
SPBU Tamansari mencatat stok tertinggi dengan 28.800 liter Pertalite dan 14.900 liter Pertamax, meski Pertamax Turbo dan Bio Solar masih kosong. SPBU Tapen juga menerima 29.000 liter Pertalite, sementara Bio Solar belum tersedia.
SPBU Mastrip Nangkaan menjadi salah satu titik dengan jenis BBM paling lengkap hari ini, yakni 24.300 liter Pertalite, 4.200 liter Pertamax, dan 5.200 liter Pertamax Turbo.
SPBU Klabang dan Pakisan Tlogosari juga mendapat suplai ulang siang tadi. SPBU Klabang menerima 4.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Bio Solar, sedangkan SPBU Pakisan Tlogosari mendapatkan 4.700 liter Pertalite dan 1.100 liter Pertamax.
Meski demikian, distribusi belum sepenuhnya merata. SPBU Grujugan hanya menerima 3.500 liter Pertalite dan 3.000 liter Dexlite, dengan stok jenis BBM lain masih kosong hingga pukul 12.30 WIB.
Adapun SPBU Maesan mendapat 6.000 liter Pertamax, dan SPBU Kotakulon mulai kembali terisi dengan 20.000 liter Pertalite serta 11.000 liter Bio Solar.
Dengan perbaikan distribusi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pasokan BBM akan terus dikendalikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan. [awi/beq]






