Manchester (beritajatim.com) – Kebersamaan Jadon Sancho bersama Manchester United bisa dibilang telah berakhir. Dia harus pergi musim panas ini. Bukan pinjaman. Melainkan transfer permanen. Bahkan, United rela beri diskon 75 persen dari harga beli empat tahun lalu.
Ketika diangkut dari Borussia Dortmund pada musim panas 2021–2022, United merogoh kocek GBP71 juta (Rp1,6 triliun). Tetapi, kini harga Sancho hanya GBP17 juta (Rp372 miliar) atau hanya seperempat dari harga beli United.
Ironis. Karena empat tahun lalu Sancho dianggap sebagai salah satu winger muda paling berbakat di dunia
“Nominal itu lebih rendah GBP10 juta (Rp218 miliar) dari market value Sancho seharusnya,” tulis GiveMeSport.
United tampak tak punya banyak opsi selain melepas Sancho dengan potongan besar. Performanya nyaris tidak pernah memukau. Dari 83 penampilan bersama United, winger 25 tahun itu hanya mencetak 12 gol dan 6 assist.
Itu belum termasuk indisipliner dan berseteru dengan Erik ten Hag pada awal musim 2023–2024. Kala itu, Sancho disingkirkan Ten Hag lantaran ogah-ogahan ketika latihan. Ternyata, Sancho malah membalas pernyataan dengan klaim bahwa dia hanya dijadikan kambing hitam performa buruk United.
Pada Januari tahun lalu, Sancho dipinjamkan ke BVB dengan biaya Rp75,7 miliar. Sancho sukses membawa BVB ke final Liga Champions. Dia mencetak 3 gol dan 3 assist dari 22 laga bersama BVB. Tetapi, dia harus kembali ke United karena statusnya dry loan alias tidak ada opsi permanen.
Musim lalu, Sancho dipinjamkan ke Chelsea dengan biaya Rp 94,7 miliar. Kali ini, dalam klausul disertakan obligasi pembelian Rp378,8 miliar jika Chelsea finis sepuluh besar. Nyatanya, Chelsea finis posisi 4. Sancho juga membaik dengan mengemas 5 gol dan 10 assist.
Seharusnya, The Blues menebus Sancho. Tetapi, Chelsea lebih memilih membayar penalti Rp109,4 miliar daripada membeli Sancho.
Kini, posisi Sancho terkatung-katung. Dia tak diinginkan oleh United. Juventus yang dikabarkan meminatinya juga belum ambil tindakan konkret lantaran masih menimbang efek buruk Sancho seperti ketika berseteru dengan Ten Hag atau malas latihan. (dio)






