Jember (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menuai pujian warganet, saat mengunjungi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember dan Bondowoso dan meminta maaf kepada warga sekaligus memberikan penjelasan soal terjadinya krisis BBM, Senin (28/7/2025) malam.
Ini terlihat dari komentar warga terhadap video yang dipasang di akun Instagram resmi Emil Dardak. Dalam video tersebut, Emil yang mengenakan pakaian putih datang menyalami sejumlah pengemudi sepeda motor yang mengantre di SPBU. Dia didampingi Mahathir Muhammad, orang kepercayaannya yang juga Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember.
“Ini ada gangguan karena mau lewat Gumitir gak bisa, mau lewat Bondowoso, jembatan Besuk itu rusak. Jadi gak bisa dilewati kendaraan berat. Ini tadi lihat tangkinya sudah diisi kan? Jadi yang nggak bisa dari Banyuwangi, sekarang langsung dari Surabaya pakai truk gede-gede dikirim,” katanya kepada pengantre.
“Cuma kalau pom bensin sehari biasa melayani 300 terus hari ini 600 ya wajar aja antre. Betul gak? Jadi memang sebenarnya kalau teman-teman lain kali ngisinya sebenarnya juga bisa. Cuman ya udahlah mumpung udah di sini, diisi.”
“Tapi sebenarnya ini dari Pertamina saya sudah ketemu dan diisi terus. Nggak apa-apa ya? Ngapunten ya? Maaf nggih,” kata Emil.
Komentar positif pun bermunculan terhadap tindakan Emil untuk meminta maaf dan menjelaskan kepada publik di SPBU.
“Yang di butuhkan masyarakat tu ya begini kalo ada masalah datang memberi penjelasan menenangkan, Jane ngunu tok e wes seneng masyarakat Ki (@berhadprasetyo)
“Matur nuwun bapak…..sdh mampir ke jember. bapak memang keren.” (@aminatussholikhahalfajrin)
“Sebenarnya begini doang masyarakat udah trust dan happy kok.. gak perlu gembar-gembor sana-sini, langsung otw lokasi, klarifikasi, finish! TOP Pak Wagub.” (@ndaruladuni)
Triple Situasi
Selain ke SPBU, Emil juga meninjau lokasi perbaikan jalan di jalur Gunung Gumitir, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan kepada wartawan, soal situasi terakhir di Jawa Timur bagian timur.
“Kita mendapat triple situasi. Pertama, adalah di Ketapang terjadi pengetatan yang berlangsung sejak tanggal 15 (Juli 2025), sehingga dari sembilan (kapal) yang biasanya beroperasi, hanya dua (kapal) yang jalan. Dan ada pengetatan jumlah muatan yang bisa diangkut. Ini mengakibatkan antrean yang luar biasa panjang,” kata Emil.
“Tapi, pada tanggal 17 dilakukan pemindahan dua kapal lagi dari dermaga lain, sehingga bisa lebih lancar. Hari ini (Senin, 28 Juli 2025), sembilan-sembilannya sudah kembali beroperasi ditambah satu kapal besar milik ASDP (PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry).”
Situasi kedua, lanjut Emil, dermaga lain mulai dioptimalkan untuk truk-truk bermuatan di bawah 35 ton. “Kami optimistis ini akan lebih lancar, dan dalam sebulan Pemprov bekerja keras untuk memperkuat dermaga keempat supaya bisa muatan yang lebih tinggi lagi di atas 35 ton,” katanya.
Pemprov Jatim juga ingin mengaktifkan jembatan timbang Watu Dodol, sehingga pemilahan kendaraan lebih lancar. “Jadi langsung dipilah, sehingga tidak perlu masuk ke dermaga ASDP, tapi di area tunggu Bulusan,” kata Emil.
Perbaikan Jalur Gumitir Harus Dilakukan
Sementara itu, lanjut Emil, perbaikan di jalur Gunung Gumitir memang harus dilakukan untuk keselamatan masyarakat menyusul kerawanan tanah longsor di sana. “Malah kalau ini dibiarkan sampai ambles betulan, setengah tahun (perbaikan) aja belum tentu cukup,” katanya.
Menurut Emil, percepatan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan memobilisasi dua unit alat berat. “Ini semacam mengecor pilar sampai (kedalaman) 30 meter. Ini akan membuat jalan ini jauh lebih kuat lagi untuk ke depannya untuk kelancaran dan keselamatan warga,” katanya.
Terakhir, Emil menjelaskan kondisi di jembatan Besuk yang harus diperbaiki hingga Oktober 2025, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan bermuatan berat. Pertamina menggeser semua armada truk pengangkut BBM ke Surabaya.
“(BBM untuk) Jember bukan lagi disuplai dari Banyuwangi, tapi dari Surabaya dan Malang menggunakan truk 32 kiloliter lewat Lumajang. Sehingga sekarang sebenarnya stok BBM sudah ada,” kata Emil.
Dengan demikian, lanjut Emil, antrean terjadi bukan karena kekosongan stok. “Tapi karena banyak sekali yang mengisi bensin. Kan kapasitas sekali antre paling 5-6 (pengantre). Kalau yang antre 20 mobil, jelas mengekor sampai ke jalan,” katanya.
Sementara pengiriman BBM ke Bondowoso, menurut Emil, dilakukan dengan truk berkapasitas 16 kiloliter dan 24 kiloliter. “Pertamina terus melakukan penambahan stok untuk mengejar yang kemarin termakan stoknya akibat hambatan pengiriman,” katanya.
Emil Dardak mengimbau masyarakat tidak panik. “Pemerintah terus menyediakan stok. Boleh dicek,” katanya. [wir]






