Kobe (beritajatim.com) – Sekelas Lamine Yamal saja kalah bersinar dibandingkan beberapa debutan seperti Ronny Bardghji dan Pedro Fernandez Sarmiento saat melawan Vissel Kobe tadi malam. Apalagi Marcus Rashford. Pemain yang dipinjam dari Manchester United itu bahkan hanya bermain 32 menit.
Rashy–sapaan Rashford–masuk menggantikan Raphinha pada babak kedua. Tetapi, dia ditarik keluar pada menit ke-78 dan digantikan Sarmiento. Ironisnya, Dro–sapaan Sarmiento–malah mencetak gol ketiga FCB pada laga yang dimainkan Noevir Stadium Kobe.
“Kami memiliki banyak pemain dari La Masia. Rashford tidak bermain sepanjang 45 menit kedua karena aku juga harus memberi kesempatan kepada pemain muda,” ujar entrenador FCB Hans-Dieter Flick kepada Mundo Deportivo.
Pernyataan Hansi–sapaan Flick–bisa dipahami jika konteksnya adalah menit bermain di laga pramusim. Tetapi, yang ditampilkan Rashford selama 32 menit membuktikan bahwa dia memang belum dalam kondisi optimal. Baik itu belum beradaptasi dengan taktik FCB atau fisiknya yang belum sepenuhnya fit.
Dribelnya beberapa kali gagal. Peluang emas berhadapan dengan kiper Vissel di sekitar menit ke-60 juga mentah. Sepakannya terlalu lemah.
Setelah ini, Blaugrana akan beruji coba dengan FC Seoul (31/7) dan Daegu FC (4/8). Rashford ditarget sudah tune in dengan FCB sebelum Trofeu Joan Gamper kontra Como 1907 (11/8).
Artinya, Rashford sudah harus beradaptasi dengan taktik Flick maksimal dua pekan ke depan. Enam hari setelah Trofeu Joan Gamper, LaLiga akan dimulai dan FCB menghadapi RCD Mallorca (17/8).
Jika gagal memenuhi ekspektasi, bangku cadangan bakal jadi tempat akrab Rashford. Efek dominonya, FCB juga tidak akan mengambil opsi permanen sebesar EUR30 juta (Rp575,7 miliar) pada musim panas tahun depan.
“Aku optimistis Flick membuatku memainkan sepak bola indah di sini,” ujar Rashford. (dio)






