Malang (beritajatim.com) – Melihat pesatnya perkembangan teknologi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong kader dan kaum muda untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu berselancar dengan gelombang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Seruan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid, dalam acara konsolidasi akbar di Malang Raya, Minggu (27/7/2025) sore. Pria yang akrab disapa Cak Udin ini menegaskan bahwa adaptasi terhadap AI bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Menurut Cak Udin, generasi muda adalah aset utama bangsa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan sekaligus merebut peluang di era digital demi menyukseskan visi Indonesia Emas 2045.
“Sudah tidak bisa dihindari lagi bagaimana AI hidup bersama kita. Pilihannya adalah kita wajib adaptif. Kalau tidak, kita akan tergerus zaman,” tegas Cak Udin di hadapan ratusan pengurus PKB dari tingkat ranting hingga DPC se-Malang Raya.
Acara yang merupakan bagian dari reses serap aspirasi dan refleksi Harlah Ke-27 PKB ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan pesan strategis partai ke depan. Cak Udin menekankan bahwa bonus demografi yang akan mencapai puncaknya menjelang Indonesia Emas 2045 bukanlah sekadar angka, melainkan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, PKB secara masif akan terus bergerak menggaet kaum milenial dan Gen Z.
“Mereka (anak muda) adalah aset bangsa kita. Aset paling berharga yang dimiliki bangsa ini adalah generasi muda,” ujarnya.
Ia mengajak kader muda PKB untuk tidak bersikap apatis dan aktif bergandengan tangan dengan seluruh elemen pemuda lainnya untuk membangun negeri. Menurutnya, kontribusi pemuda dalam berbagai bidang, termasuk penguasaan teknologi, akan menjadi penentu masa depan Indonesia.

Selain isu teknologi dan kepemudaan, Anggota F-PKB DPR RI ini juga mengingatkan seluruh kader tentang pentingnya menjaga loyalitas kebangsaan. Ia meminta para pengurus untuk tetap setia pada Pancasila, patuh kepada ulama, dan mendukung pemerintah (umaro).
“Kesetiaan itu mahal harganya. Untuk menjadi pintar, mungkin tidak semua orang bisa. Tapi untuk menjadi setia atau loyal, pasti semua bisa,” tegasnya.
Mengikuti arahan Ketua Umum Gus Muhaimin Iskandar, Cak Udin juga menegaskan posisi PKB yang tegak lurus mendukung kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk bergotong royong dan melakukan kerja konkret di tengah masyarakat demi mencapai cita-cita besar bangsa Indonesia. [dan/aje]






