Kediri (beritajatim.com) – Desa Kayunan di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dikenal memiliki potensi ekonomi dari budidaya ikan lele serta produksi rengginang dan keripik ketela. Namun, aktivitas ini juga menyisakan limbah organik yang belum dikelola secara optimal, menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, tiga mahasiswa dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri yang tergabung dalam Kelompok KKN 6 menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk BIOPOCAR (Biokonversi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan) di Desa Kayunan.
Program ini diinisiasi oleh David Setiawan, Meisya Dwicka Putri, dan Nur Agustina dengan pendampingan dosen pembimbing lapang, Jedda Ayu Inggrida, SP., M.Si. Mereka mengolah limbah ketela, rengginang, serta air buangan budidaya lele menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui proses fermentasi sederhana.
Kegiatan edukasi dan praktik lapangan dilaksanakan di rumah Hariyanto, warga setempat, yang dihadiri oleh anggota kelompok tani Sri Subur Makmur. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan langsung cara pembuatan dan penerapan POC di lahan jagung, termasuk cara penggunaan dan dosis yang dianjurkan.
“Saya sangat antusias dalam penggunaan pupuk POC berbahan dasar limbah perikanan dan limbah industri keripik ketela dan rengginang, sebelumnya belum pernah terpikir kalau limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk tambahan untuk pertanian dan saya berharap adik-adik Unibraw bisa bekerja sama ke depannya untuk melanjutkan pembuatan pupuk POC ini,” ujar Abdul Gani, salah satu peserta kegiatan dikutip beritajatim.com dari laman resmi Prasetya UB.
Respon positif juga disampaikan oleh Kamto, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kayunan.
“Saya merasa senang dengan adanya program kerja yang selaras dengan permasalahan yang ada di Desa Kayunan yaitu limbah. Pemanfaatan limbah ini dapat membantu para pengusaha di Desa Kayunan dan menjaga ketersediaan pupuk tambahan untuk petani,” jelasnya.
Program BIOPOCAR tak hanya menawarkan solusi berkelanjutan dalam pengolahan limbah, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Upaya ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pertanian lokal. [nm/ian]






