Bojonegoro (beritajatim.com) – Di tengah riuhnya tugas kepolisian yang kerap disorot tajam, Aipda Rahmad Muhajirin hadir sebagai sosok yang berbeda.
Polisi yang akrab disapa Jirin ini baru saja meraih Hoegeng Award 2025 dalam kategori Polisi Berdedikasi, berkat kiprah sosialnya yang konsisten dan penuh ketulusan di Kabupaten Bojonegoro.
Selama delapan tahun terakhir, Aipda Muhajirin memberikan layanan ambulans gratis kepada masyarakat tanpa pernah meminta imbalan.
Ia juga aktif sebagai pembina dan pengawas koperasi tahu-tempe di Kelurahan Ledok Kulon, serta turut menghadirkan solusi atas krisis air bersih dengan pembuatan sumur bor dan tandon air saat musim kemarau tiba.
Bagi anggota polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Ledokkulon itu, membantu masyarakat adalah bagian dari pendekatan keamanan yang manusiawi. Menurutnya, saat masyarakat merasa didengar dan dilayani, maka tercipta lingkungan yang lebih kondusif dan damai.
“Dengan kita berbuat membantu masyarakat, upaya pendekatan keamanan jadi lebih mudah. Warga pun ikut terlibat menjaga lingkungannya sendiri,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Ia membuktikan hal itu melalui inisiatif revitalisasi poskamling. Berkat kesadaran bersama antara ketua RT, warga, hingga aparat keamanan, ronda malam kembali digalakkan. Langkah ini menjadi bukti bahwa rasa aman tidak lahir secara instan, tapi harus diupayakan bersama-sama.
Bagi Aipda Muhajirin, penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk terus meneladani sosok legendaris Hoegeng, sang polisi jujur. Ia berharap apa yang ia lakukan bisa memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi masyarakat Bojonegoro, tapi juga bagi wajah Polri secara keseluruhan.
“Saya akan terus mengabdi. Ini bukan akhir, tapi awal untuk berbuat lebih banyak lagi,” tutur Jirin.
Penghargaan Hoegeng Award yang diraihnya bukan datang dengan mudah. Ribuan nama anggota Polri dari seluruh Indonesia diseleksi melalui tahapan ketat, mulai dari verifikasi administratif hingga penilaian langsung di lapangan. Namun, dedikasi dan pengabdian Aipda Muhajirin membuatnya menonjol di antara kandidat lainnya.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menyatakan rasa bangga atas capaian tersebut. Baginya, keberhasilan anggotanya adalah wujud nyata bahwa semangat pengabdian yang tulus masih hidup di tubuh Polri. “Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga inspirasi bagi seluruh anggota Polres Bojonegoro untuk terus melayani masyarakat dengan hati,” ujarnya.
Hoegeng Award merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada anggota Polri yang menjalankan tugas dengan integritas, dedikasi, dan inovasi. Penghargaan ini diberikan dalam lima kategori, termasuk Polisi Inovatif dan Polisi Pelindung Perempuan, Anak, serta Kelompok Rentan.
Di tengah tantangan institusi, kehadiran figur seperti Aipda Rahmad Muhajirin menjadi bukti bahwa ketulusan, kepedulian, dan pelayanan tanpa pamrih masih menjadi ruh sejati dalam pengabdian kepolisian. Sosoknya adalah cermin harapan masyarakat atas hadirnya polisi yang benar-benar mengayomi, melindungi, dan melayani. [lus/ted]






