Mojokerto (beritajatim.com) – Lorong-lorong sempit di kawasan padat penduduk Kota Mojokerto kini tidak lagi sekadar jalur sempit tanpa fungsi. Berkat inisiatif PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Mojokerto, lorong-lorong di Kelurahan Kedundung dan Wates, Kecamatan Magersari, kini disulap menjadi kebun hidroponik produktif yang menghasilkan sayuran segar.
Program bertajuk ‘Lorong Mekaar’ ini resmi diluncurkan melalui gerakan PNM Peduli, sebagai bagian dari komitmen PNM dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan di kawasan perkotaan. Menggandeng Sukma Farm sebagai mitra pelatihan, PNM tidak hanya menyediakan peralatan dan bibit hidroponik, tetapi juga memberikan edukasi intensif kepada para nasabah perempuan prasejahtera binaannya.
Pimpinan Cabang PNM Mojokerto, Arif Sulistyantoro mengatakan, Program “Lorong Mekaar’ hadir sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan lahan di perkotaan, sekaligus peluang untuk memberdayakan ekonomi keluarga pra sejahtera. “Lorong-lorong sempit itu realitas yang tidak bisa kita abaikan. Kami hadir untuk mengubah keterbatasan itu menjadi peluang ekonomi,” ungkapnya, Senin (21/7/2025).
Semakin banyak tangan yang bergotong royong, lanjutnya, semakin besar dampak kesejahteraan yang bisa dirasakan. Tidak sekadar berkebun, konsep urban farming berbasis teknologi smart farming yang diterapkan juga menekankan efisiensi produksi. Para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Program Mekaar PNM kini bisa memanen sayuran sehat dari halaman lorong rumah mereka sendiri.
Sekaligus mendapat tambahan penghasilan dari hasil panen. Arif menegaskan bahwa gerakan ini tak hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga menguatkan nilai-nilai kemandirian, gotong royong, dan pelestarian lingkungan di tengah masyarakat urban. PNM bahkan optimistis ‘Lorong Mekaar’ dapat menjadi model percontohan bagi kota-kota lainnya di Indonesia.
“PNM ingin membuktikan bahwa lorong sempit sekalipun, di tangan warga yang mau berjuang, bisa menjadi sumber kesejahteraan dan harapan baru. Ini bagian dari langkah kecil untuk Indonesia yang lebih hijau dan mandiri. Melalui ‘Lorong Mekaar’, PNM ingin mengubah wajah lorong perkotaan dari kawasan kumuh menjadi kebun hijau produktif, tempat harapan bertumbuh di sela beton kota,” tegasnya. [tin/ian]






