Jakarta (beritajatim.com) – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah resmi menggelar Pelatihan Nasional bagi tenaga pustakawan dan laboran madrasah se-Indonesia. Lebih dari 3.000 peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA, baik negeri maupun swasta, terdaftar dalam program pelatihan daring yang akan berlangsung dari 24 Juli hingga Oktober 2025.
Kegiatan ini dirancang dalam tiga gelombang, masing-masing terdiri dari empat sesi pelatihan, dan akan dilaksanakan secara online melalui Learning Management System (LMS) serta pertemuan virtual berbasis Zoom. Peserta akan memperoleh pengalaman belajar melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan praktik virtual langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja mereka.
Perkuat Kompetensi dan Literasi Digital
Menurut Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, manajerial, serta literasi digital para pustakawan dan laboran madrasah. Ia menekankan bahwa kedua profesi tersebut memegang peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kontekstual dan bermakna.
“Selama ini mereka bekerja dalam diam, tetapi kontribusinya sangat vital. Mereka bukan hanya pelengkap, tetapi mitra sejajar guru,” ujar Thobib.
Para pustakawan akan dibekali materi terkait pengelolaan koleksi perpustakaan, pengembangan layanan literasi, serta integrasi teknologi informasi. Sedangkan laboran akan memperoleh pelatihan mengenai penggunaan alat dan bahan, keselamatan kerja (K3), serta tata kelola laboratorium yang efektif dan efisien.
Menuju Kebijakan Insentif yang Lebih Berkeadilan
Tak sekadar pelatihan, kegiatan ini juga dijadikan sebagai langkah awal penyusunan kebijakan penguatan kesejahteraan tenaga kependidikan madrasah, terutama dalam bentuk usulan tunjangan insentif.
“Kami ingin peningkatan kapasitas ini sejalan dengan peningkatan kesejahteraan. Ini menjadi pijakan dalam membangun kebijakan afirmatif yang berkelanjutan,” tegas Thobib.
Setiap peserta yang hadir minimal 75% dan menyelesaikan seluruh tugas akan memperoleh sertifikat pelatihan sebagai bukti kompetensi tambahan. Para narasumber dalam pelatihan ini berasal dari guru besar perguruan tinggi Islam dan perguruan tinggi umum, menjamin kualitas materi yang disampaikan.
Harapan GTK: Layanan Madrasah Lebih Inklusif dan Adaptif
Direktorat GTK Madrasah berharap pelatihan ini mampu mendorong peran pustakawan dan laboran sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan. Kehadiran mereka diharapkan menciptakan layanan madrasah yang lebih inklusif, adaptif, dan kolaboratif, sejalan dengan visi madrasah yang unggul dan kompetitif di era digital. [aje]






