Gresik (beritajatim.com) – Belasan siswa SDN 192 di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, menjadi korban sengatan tawon yang bersarang di pohon halaman sekolah, Jumat (18/7/2025). Beruntung, 12 siswa yang terkena sengatan tidak mengalami luka serius setelah mendapat perawatan medis.
Kejadian ini bermula ketika Umi (48), warga setempat, datang lebih pagi ke sekolah. Saat itu, ia melihat sarang tawon di atas pohon di halaman sekolah. Tawon-tawon tersebut kemudian berkeliaran dan menyengat siswa yang mulai berdatangan.
Akibat serangan tawon itu, 12 siswa mengalami luka dan langsung diminta pulang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Khawatir akan adanya korban lain, Umi segera mengambil inisiatif melaporkan kejadian tersebut ke pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Driyorejo, Gresik.
“Daripada ada korban lagi, saya langsung lapor ke personel pos Damkarla Gresik,” ujar Umi, Minggu (20/7/2025).
Mendapat laporan itu, beberapa personel Damkarla segera diterjunkan ke lokasi. Mereka ditugaskan untuk mengevakuasi sarang tawon yang berada di atas pohon di halaman sekolah.
Dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD), enam petugas Damkarla bekerja hati-hati saat mengevakuasi sarang tawon. Setelah berhasil diambil, sarang tawon tersebut langsung dibakar agar koloni tawon tidak kembali lagi dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Sarangnya kami bakar supaya tawonnya tidak kembali lagi serta mengganggu aktivitas siswa belajar,” ungkap A. Fathoni, petugas piket Damkarla Gresik.
Setelah lokasi dinyatakan aman dan tidak ada lagi tawon yang berkeliaran, petugas Damkarla kembali ke posko untuk siaga menerima laporan kejadian rescue ataupun kebakaran. [dny/suf]






