Banyuwangi (beritajatim.com) – Parade karnaval seni budaya kontemporer Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 yang digelar pada 10–13 Juli sukses menggerakkan ekonomi mikro secara signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Cabang Jember, total omzet pelaku UMKM selama rangkaian acara tersebut menembus angka lebih dari Rp1,17 miliar.
“Alhamdulilah, para pelaku UMKM di Banyuwangi mendapat berkah selama gelaran BEC. Inilah tujuan dari digelarnya Banyuwangi Festival seperti BEC, memberikan dampak langsung pada masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi secara khusus memberikan ruang bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan selama penyelenggaraan BEC. Salah satunya melalui dukungan BI Jember yang menggelar Sekarkijang Creative Fest 2025, menampilkan puluhan UMKM binaan yang menjajakan produknya selama BEC berlangsung.
Pemkab juga memperbolehkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku usaha mikro lainnya untuk berjualan di trotoar sepanjang rute karnaval. Kebijakan ini diyakini menjadi salah satu faktor yang turut mendorong besarnya dampak ekonomi.
“Ini belum termasuk peningkatan pendapatan dari warung-warung kuliner, penginapan, dan pelaku wisata lainnya yang juga mendapat dampak positif dari gelaran BEC. Banyak penginapan, baik hotel maupun homestay, kedatangan tamu dalam jumlah besar,” lanjut Ipuk.
Ia memperkirakan dampak ekonomi secara keseluruhan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka yang tercatat. Menurutnya, Banyuwangi Festival bukan hanya soal atraksi seni, tapi lebih dari itu menjadi penggerak ekonomi rakyat.
“Mungkin akan berlipat 2 hingga 3 kali menurut saya. Banyuwangi Festival bukan sekadar atraksi, tapi multiplier effect-nya ke rakyat Banyuwangi itu yang kami harapkan,” imbuhnya.
Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi pada kesuksesan acara tahunan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata tersebut.
“BEC adalah panggung budaya sekaligus ruang tumbuhnya ekonomi rakyat. Semoga tahun depan bisa lebih meriah, lebih berdampak, dan terus menjadi kebanggaan Banyuwangi,” katanya.
Kepala BI Jember, Gunawan, mencatat peningkatan omzet UMKM tahun ini mencapai 300 persen dibandingkan penyelenggaraan BEC sebelumnya. Ia berharap antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
“Kami melihat peningkatan sebanyak 300 persen. Antusias masyarakat yang luar biasa atas gelaran BEC membuat banyak UMKM berhasil menjual produk mereka,” ujar Gunawan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, menambahkan bahwa kontribusi ekonomi dari BEC datang dari berbagai sektor. Tak hanya dari omzet UMKM, tapi juga okupansi hotel, transaksi kuliner, hingga belanja oleh-oleh dan layanan transportasi.
“Kegiatan ini mendorong ekonomi dari hulu ke hilir. Tidak hanya pelaku UMKM, tercatat juga peningkatan omzet di sektor lainnya seperti hotel, homestay, serta warung makan dan pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi wisatawan,” pungkasnya. [alr/beq]






