Surabaya (beritajatim.com) – Tiga pimpinan media online lokal membagikan strategi dan pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan era disrupsi informasi di ajang Jatim Media Summit (JMS) 2025 yang digelar di Ballroom Whiz Luxe Hotel Surabaya, Kamis (17/7/2025).
Ketiga pimpinan media tersebut adalah Yuda Sanjaya dari Radar Cirebon, Eddy Prasetyo dari Suara Surabaya, dan Khoirul Mifta dari Depok 24 Jam. Mereka hadir untuk memantik diskusi bertema Peluang dan Tantangan Media Lokal di Era Disrupsi Informasi.
Menurut Yuda Sanjaya, era disrupsi ini memberikan tantangan serius terhadap keberlanjutan bisnis media sebagai penyampai berita. Untuk merespons situasi tersebut, Radar Cirebon mengambil langkah berani dengan menggandeng para influencer, sembari tetap menjaga independensi sebagai media.
“Mengatasi situasi ini, kami berkolaborasi dengan influencer. Tentu tanpa mengesampingkan bisnis media yang independen,” terang Yuda.
Yuda menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut berdampak besar pada pertumbuhan pendapatan bisnis media sosial Radar Cirebon. Bahkan, kini Radar Cirebon dikenal luas sebagai tempat berkumpulnya para influencer.
“Radar Cirebon bisa dibilang rumahnya influencer, dan terkadang mereka (pengiklan) dapat memilih mana influencernya,” kata Yuda.
Dampak finansial dari strategi tersebut pun signifikan. Pada Juni 2025, Radar Cirebon mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah medianya.
Meski fokus pada kolaborasi digital, Yuda tetap menekankan pentingnya kualitas produk jurnalistik. Media lokal, menurutnya, harus tetap memiliki semangat dalam mengawal isu-isu penting di daerah masing-masing.
“Dan yang paling penting (bagi media lokal) kami adalah memimpin narasi. Sehingga hal ini benar-benar menjaga independensi,” papar Editor In Chief Radar Cirebon tersebut.
Editor In Chief Suara Surabaya, Eddy Prasetyo, turut menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama setiap jurnalis. Ia menyebut kepercayaan publik sebagai aset paling penting bagi media.
“Kepercayaan publik terhadap media ini sangat penting, sehingga hal ini harus dijaga. Bagi kami setiap crew Suara Surabaya selalu menekankan tiga hal yakni, trust, impact, influence,” urai Eddy.
Sementara itu, Representative Depok 24 Jam, Khoirul Mifta, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga kepercayaan publik dengan menyediakan informasi yang selalu terbarukan, bahkan dengan sistem kerja tiga shift: pagi, siang, dan malam.
“Depok sudah menjangkau audiens yang luas dari media sosial, kami selalu mengedepankan informasi pelayanan yang penting bagi masyarakat,” kata Khoirul.
Lebih lanjut, Khoirul mengatakan bahwa Depok 24 Jam juga menciptakan ekosistem kolaboratif dengan menggandeng pelaku usaha, termasuk UMKM dan agensi, menggunakan kekuatan insight dari media sosial mereka.
“Kami kolaborasi dengan agensi dan korporasi termasuk UMKM, dengan menjual insight viewer media sosial kami yang sudah menembus puluhan juta view,” ucapnya. [ram/beq]






