Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 20 guru sekolah dasar (SD) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Blitar menggugat cerai suaminya. Alasannya karena sang suami memiliki penghasilan yang lebih rendah.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memperlihatkan fenomena tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 lalu. Bahkan peningkatan angka perceraian di kalangan guru SD dengan status P3K ini meningkat hingga 100 persen.
“Memang dari data yang ada hampir 50 persen ke atas itu yang menggugat cerai adalah P3K bergender wanita fenomena yang terjadi seperti itu,” ucap Kepala Bidang Pengelolaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Deni Setiawan, Rabu (16/07/2025).
Tercatat pada tahun 2024 kemarin angka pengajuan gugatan cerai di kalangan guru SD hanya mencapai 15 orang dalam setahun. Namun hal itu berbeda jauh pada tahun 2025 ini, dimana hingga pertengahan tahun ini saja sudah ada 20 guru SD yang mengajukan gugatan cerai.
Adapun faktor pemicu perceraian di kalangan guru SD ini adalah ekonomi. Lebih mirisnya mayoritas yang mengajukan perceraian adalah guru perempuan. Para guru perempuan ini tidak terima dengan penghasilan suaminya yang lebih rendah, sehingga memilih untuk berpisah.
“Artinya apa ketika P3K itu menggugat cerai dan yang menggugat cerai itu perempuan sementara dari sisi pekerjaan suaminya itu memang bukan pekerjaan non formal,” bebernya.
Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan untuk dunia pendidikan Kabupaten Blitar. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar sendiri sebenarnya sudah berupaya untuk mencegah terjadinya perceraian di kalangan guru.
Bahkan hingga detik-detik pengajuan izin perceraian, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar masih melakukan mediasi agar perceraian tidak dilanjutkan. Namun semua itu tergantung ke pihak pasangan suami istri.
“Dinas pendidikan memediasi kedua pasangan apabila tidak ada titik temu kita limpahkan kasus ini ke BKPSDM untuk izin selanjutnya akan ada mediasi kemudian izin itu diluncurkan ke bupati,” tegasnya. [owi/aje]







13 Komentar
Baru jadi PPPK kok sdh sombong amat
Suka2 mereka lah , mau ape Lu ,, 😂
Cowok kalah penghasilan dr istrinya,, hmm, q pun bilang k husband kalo penghasilan lbh banyak dr dia bakal q ceraikan,, Alhasil dia bekerja lbh keras dong,,,,
Dan kalau cwok lebih kaya dari kamu yang lolos pegawai negri pun seleranya juga bukan kamu 😁🤣🤭😂 pasti pria cari yang lebih sempurna lagi bahkan mungkin cari yang tidak bekerja 😎
kenapa mesti nunggu jadi pegawai dulu kalau mau cerai
Merdeka
para bapak/bujang/duda yg penghasilan rendah yg sabar,lelaki gk ada ibu bisa sabar tapi ibu2 gk ada bapak ngosek sana sini,pada dasarnya nanti dunia ini akan kekurangan laki2
Gitu doang? 😂
Saya pun kalo penghasilan lebih tinggi dr suami juga pasti q gugat cere ☺️.
Laki2 sudah dikaruniai badan,otot & kekuatan lebih dr wanita,, masak cari duit saja kalah smpk sm istrinya yg apalagi cari duit msh sambil urus anak,,, Hmmm,,, Memilukan..
Kalau aq gak masalah siapa yg lebih tinggi gajinya,krn itu adalah rejeki anak,yg penting suami tetap tanggung jawab,gak macam2,bisa di ajak mendidik anak bareng2.
Kalah gede….yu…
Kasian suaminya🥲
Apakah Mereka belum paham bahwa kunci surganya ada pada ridho suaminya.mereka tukar surganya dgn dunia yg hnya sementara.
Mdh2n para suaminya dberikan kesabaran,rizki yg lbh berkah n mndptkan pengganti yg lbh baik.
TERUS SETELAH CERE.YAKIN BISA DAPAT PENGGANTI SESUAI YG DIHARAPKAN..YAKIN NIH DENGAN STATUS JANDA YG KATANYA SUDAH WOW DENGAN STATUS KERJA (P3K).YG DITAKUTKAN HANYA MENJADI BAHAN PERMAINAN LELAKI” HIDUNG BELANG.DIUJUNG KATA DIA UCAPKAN SELAMAT TINGGAL SAYANG SETELAH HABIS LUAR DALAM.
Bagaimana proses psikotesnya? Apakah ada katagori cewek matre ? Waah yang beginian gawat kalau diangkat jadi PNS dan jadi kepsek…
Ada saja….