Malang (beritajatim.com) – Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam inovasi pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dengan janji pendidikan gratis, asrama, makan tiga kali sehari, dan bahkan wacana laptop cuma-cuma, Sekolah Rakyat (SR) hadir sebagai angin segar bagi keluarga prasejahtera.
Salah satu Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang, yang bertempat di kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, di jalan Kawi. SRMA 22 telah memiliki nomor peraturan resmi dari Kementerian Sosial Semarang, menegaskan legalitas dan statusnya sebagai sekolah formal yang diakui.
Kolaborasi erat antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan program ini sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Yusmanu, PIC Sekolah Rakyat BPSDM Malang, menyaksikan langsung sambutan hangat dari masyarakat. “Bahkan ada wacana setiap siswa di Sekolah Rakyat mendapat laptop gratis,” ujarnya, disambut tepuk tangan riuh dan acungan jempol tinggi-tinggi dari para orang tua saat sesi pemberian arahan kepada wali siswa SRMA 22 kota Malang.
Ini bukan sekadar janji, melainkan komitmen untuk memastikan keluarga 0 rupiah bisa mengakses pendidikan berkualitas tinggi tanpa beban biaya. Fokus utama Sekolah Rakyat di Jawa Timur adalah kurikulum berbasis karakter dan ekonomi. “Ini pendidikan berkarakter, pendidikan karakter yang diperbaiki, perubahan dari mindset,” jelas Yusmanu. Tujuannya jelas: merombak pola pikir masyarakat kurang mampu yang mungkin terbiasa dengan adat dan kebiasaan kurang produktif.
Sebagai boarding school, SR menerapkan pendekatan unik. Tiga bulan pertama pendidikan berfokus penuh pada pembentukan karakter, bukan pelajaran akademik. “Tiga bulan itu paling penting karakternya. Belum ada pelajaran,” tegas Yusmanu.
Struktur kurikulum ini, yang telah ditata oleh guru dan kepala sekolah terlatih, merupakan bagian dari program baru yang diinisiasi oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, dan ditugaskan kepada Kementerian Sosial, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Jawa Timur Terdepan dalam Implementasi SR
Komitmen Jawa Timur dalam program ini sangat nyata. Dari 63 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, 12 di antaranya berada di Jawa Timur, menjadikannya provinsi dengan jumlah SR terbanyak. Ini adalah bukti nyata antusiasme dan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur, yang melihat SR sebagai kunci utama pengentasan kemiskinan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur menegaskan bahwa SR dirancang untuk menyiapkan generasi penerus melalui jenjang pendidikan. “Nanti anak-anak ini di samping dilatih, diberikan ilmu dalam tatanan SMA, pada saat nanti dilihat anak ini, talent-nya akan dilihat,” paparnya.
Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Pak Ari Bin Anjar, akan dilakukan untuk mengidentifikasi bakat siswa, apakah mereka akan melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja Uniknya, seleksi siswa SR tidak didasarkan pada kemampuan akademik, kesehatan, atau kepintaran.
Yusmanu menekankan, “Seleksi adalah yang paling miskin itu yang pertama.” Ini memastikan program menyasar langsung keluarga yang paling membutuhkan.
Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Jawa Timur memanfaatkan bangunan-bangunan yang sudah ada seperti BPSDM dan Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, ke depan, rencana besar telah menanti. Lahan seluas enam hektare di Serigono Malang dan di sebelah Gor Ken Arok akan dibangun secara permanen dalam kurun waktu satu tahun. Masing-masing kabupaten/kota juga didorong untuk mengusulkan lahan kosong guna pembangunan SR di masa mendatang, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam memastikan keberlanjutan program transformatif ini.
Nantinya, semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA akan disatukan dalam sistem Sekolah Rakyat..“Ini tinggal dorongan dari motivasi putra-putri dan motivasi orang tuanya saja yang kami minta dari Bapak-Ibu semua,” tutup Yusmanu saat sesi pembekalan terhadap wali siswa SRMA 22 Kota Malang, seraya mengimbau komitmen penuh dari semua pihak agar program mulia ini dapat berjalan sukses juga berdampak nyata bagi masa depan Jawa Timur dan Indonesia. [dan/aje]






