Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca cerah diprediksi akan mewarnai langit wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Senin, 14 Juli 2025. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, mayoritas wilayah di Jawa Timur bagian barat ini akan mengalami kondisi cerah berawan hingga cerah total sepanjang hari, meskipun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak.
Di Ngawi, suasana pagi hari akan dimulai dengan langit cerah berawan pada pukul 06.00 WIB. Namun, menjelang siang pukul 09.00 WIB, langit diperkirakan menjadi berawan total. Kondisi tersebut tidak bertahan lama karena saat memasuki pukul 12.00 WIB, langit kembali membaik dan menjadi cerah berawan.
“Menjelang sore hingga malam hari, tepatnya pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, wilayah ini bahkan akan mengalami cuaca yang cerah terik ya, jadi aman untuk beraktivitas sore,” jelas Oky pada Minggu (13/7).
Suhu udara di Ngawi berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celcius, dengan kelembapan 52 hingga 85 persen, dan angin bertiup dari selatan dengan kecepatan 23,6 km per jam.
Sementara itu, Magetan diprediksi memulai hari dengan langit berawan pada pukul 06.00 WIB. Kemudian pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, cuaca akan berubah menjadi sedikit cerah, meski masih dibalut awan.
Mulai pukul 15.00 WIB, langit diprediksi akan cerah total dan bertahan hingga malam. Suhu udara di wilayah ini relatif lebih sejuk dengan kisaran 22 hingga 28 derajat Celcius, disertai kelembapan antara 61 hingga 85 persen. Angin di Magetan akan bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 23,8 km per jam.
Cuaca di Ponorogo cenderung bervariasi pada hari yang sama. Pagi hari dimulai dengan kondisi berawan, namun pada pukul 09.00 WIB, langit diprediksi berubah menjadi cerah total.
Kemudian, saat siang hari pukul 12.00 WIB, cuaca akan kembali menjadi cerah berawan. Kondisi ini akan bertahan hingga malam hari. Suhu udara di Ponorogo berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celcius, kelembapan 57 sampai 89 persen, dan angin berhembus dari tenggara dengan kecepatan 23,9 km per jam.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., menyampaikan bahwa meskipun cuaca cenderung cerah, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi atmosfer.
“Cuaca cerah ini memang cukup mendominasi di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Namun, masyarakat sebaiknya tetap memantau pembaruan prakiraan cuaca harian, terutama jika ada rencana kegiatan di luar ruangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa cuaca cerah yang terjadi di sore hingga malam hari bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas luar dengan nyaman, namun tetap harus menjaga hidrasi dan menghindari paparan sinar matahari berlebihan saat terik.
“Kami imbau agar tetap menggunakan pelindung seperti topi atau payung dan minum air yang cukup saat beraktivitas di bawah sinar matahari,” tambahnya.
Dengan prakiraan ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik dan waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.(mnd/but)






