Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus melakukan transformasi pelayanan pemasyarakatan berbasis pendekatan humanis. Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan dalam kegiatan bertajuk ‘Mecel Bareng Warga Binaan’ yang digelar di salah satu blok hunian.
Alih-alih menjaga jarak antara petugas dan warga binaan, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan memilih mencairkan suasana melalui forum santai dan akrab. Ia bersama jajaran pejabat struktural duduk lesehan, menyantap makanan ringan bersama warga binaan sembari membuka ruang diskusi dua arah.
“Kami ingin membangun budaya keterbukaan. Bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tapi juga mendengar langsung suara warga binaan sebagai subjek dari proses pembinaan,” ungkapnya, Jumat (11/7/2025).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi media aspiratif yang memungkinkan warga binaan menyampaikan keluhan, masukan, dan harapan secara langsung. Menurut Kalapas, hal ini penting untuk memastikan bahwa proses pembinaan di dalam lapas berjalan relevan, adil, dan berkesinambungan.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin tahu dari mereka langsung apa yang perlu dibenahi, apa yang sudah baik, dan apa yang bisa ditingkatkan. Semua kami catat dan tindak lanjuti,” katanya.
Selain mendengarkan aspirasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program-program pembinaan, hak dan kewajiban warga binaan, hingga upaya menciptakan suasana lapas yang aman dan kondusif. Respon warga binaan pun positif, mereka merasa lebih dihargai sebagai manusia yang sedang menjalani proses perbaikan diri. [tin/kun]






