Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Mojokerto terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pendekatan dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar empat elemen penting.
“Yakni lingkungan pemerintahan, swasta, masyarakat umum, dan pendidikan. Kami hadir menyapa masyarakat di berbagai lini, termasuk di lingkungan sekolah. Kepala sekolah pun turut membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya narkoba,” ungkap Kepala BNN Mojokerto, Agus Sutanto, Jumat (11/7/2025).
Agus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ciri-ciri penyalahgunaan narkoba yang dapat terlihat dari perubahan fisik, emosional, maupun perilaku seseorang. Biasanya pengguna narkoba menunjukkan perubahan drastis, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, enggan berinteraksi.
Dan tidak lagi berperilaku seperti anak-anak normal pada umumnya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap semakin maraknya peredaran narkotika jenis baru yang sulit dideteksi. Oleh karena itu, tegasnya, BNN Mojokerto terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang, BNN juga mendorong penguatan ketahanan keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan langsung orang tua dan anak dalam kegiatan edukatif, seperti yang baru-baru ini digelar di salah satu pusat perbelanjaan kota.
“Ketahanan keluarga adalah benteng utama. Komunikasi yang terbuka dan efektif antara orang tua dan anak sangat penting. Orang tua harus tahu aktivitas anak, siapa teman-temannya, dan apa saja yang dilakukan setelah sekolah,” tegasnya.
Ia berharap, melalui pendekatan keluarga dan edukasi yang konsisten, masyarakat khususnya di Kota Mojokerto dan dua wilayah lain dibawah naungan BNN Mojokerto yakni Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang dapat terbebas dari pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba. [tin/aje]






