Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat jejaring alumni juga memperkenalkan cita rasa khas Jawa Timur ke Ibu Kota. Melalui unit usahanya, PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), UB meresmikan gerai kedua BrewiJaya Coffee and Eatery di Travoy Hub, LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Senin (8/7/2025) lalu.
Pembukaan gerai ini menjadi simbol baru pertautan antara kampus, kuliner, dan kekuatan jejaring alumni. Acara grand opening yang digelar meriah ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Ketua Ikatan Alumni (IKA UB) Muhammad Zainal Fatah, jajaran direksi PT Jasa Marga Related Business (JRMB), serta para tokoh penting dari dunia usaha dan pendidikan.
Rektor UB menyampaikan harapan besar di balik peluncuran gerai kuliner ini. “Kami bermimpi bahwa dana abadi dari usaha ini, suatu hari nanti bisa membiayai pendidikan mahasiswa UB secara penuh,” ujarnya penuh optimisme.
Rektor memberikan apresiasi khusus kepada PT JRMB atas dukungannya dalam mewujudkan sinergi strategis ini. Tak hanya di TMII, di hari yang sama PT BMU juga membuka gerai baru BrewiJaya di pusat perbelanjaan Transmart Malang, sebagai bagian dari ekspansi simultan.
Direktur Utama PT BMU, Edi Purwanto, mengungkapkan bahwa permintaan pembukaan gerai serupa terus mengalir dari berbagai lokasi strategis. “Setelah TMII, sudah banyak tawaran di lokasi lain seperti Gelora Bung Karno, Ancol, dan beberapa titik lainnya,” katanya.
Menurut General Manager UB Coffee, Ali Ahsan Al Haris, keberadaan BrewiJaya di titik strategis seperti TMII bukan sekadar langkah bisnis, melainkan upaya membangun ruang temu emosional antara almamater dan alumninya.
“BrewiJaya kami harapkan hadir di berbagai kota besar, menjadi tempat bertemunya alumni UB. Karena itu kami hadir di simpul-simpul transportasi, seperti LRT, Damri, dan akses tol Jagorawi,” jelasnya.
Dengan desain interior yang memadukan nuansa tradisional dan modern, bata merah khas Malang yang menempel kuat pada dindingnya, BrewiJaya menyajikan sederet menu khas seperti kopi Dampit, Wedang Braja, dan Nusantra Fries.
Namun yang paling menarik perhatian adalah signature dish mereka, Nasi Lengko ala UB. “Ini menu ikonik yang akrab di lidah mahasiswa UB. Kini alumni bisa bernostalgia lewat sepiring nasi lengko versi BrewiJaya,” ujar Ali.
Dalam kesempatan yang sama, PT BMU juga meluncurkan PT Brawijaya Core Indonesia entitas bisnis baru yang akan fokus pada layanan konsultasi, penguatan kelembagaan, riset terapan, serta pelatihan SDM. Tak hanya itu, sebagai komitmen nyata untuk pendidikan, PT BMU menyerahkan donasi dana abadi senilai Rp 50 juta kepada Universitas Brawijaya. (dan/but)






