Jember (beritajatim.com) – Alun-alun Jember Nusantara menjadi destinasi favorit pelancong luar Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka terpesona dengan layar elektronik raksasa (megatron) dan wajah baru alun-alun yang direaktivasi Bupati Hendy Siswanto pada 14 Desember 2024 itu.
Para wisatawan ini menjadi peserta Jember City Tour yang diselenggarakan mandiri sejak Mei 2018 oleh komunitas pelaku pariwisata Jember Angkutan Wisata Jember (AWJ).
Dengan menggunakan angkutan kota, para pelancong diantarkan berkunjung ke sejumlah destinasi kawasan kota, antara lain Masjid Baitul Amien, Masjid Roudlotul Muchlisin, Mini Zoo, bangunan tua peninggalan Belanda, menara air Pasar Tanjung, pusat belanja, dan alun-alun Jember Nusantara.
“Wisatawan dari luar kota kebanyakan ikut city tour, dan merasa wajib mendatangi alun-alun Jember Nusantara. Menurut para pengemudi angkutan, mereka penasaran dengan alun-alun Jember yang katanya punya TV besar,” kata Hasti Utami, Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Jember, yang juga penggagas AWJ, Selasa (8/7/2025).
Alun-alun Jember Nusantara menjadi lokasi berpiknik. Sebagian pelancong membawa bekal makanan dari rumah dan menggelar tikar. Meriung, bersantai menatap megatron yang memutar video promosi tentang Jember dan layanan masyarakat oleh pemerintah daerah.
“Mereka ingin lebih lama di sini dan kembali lagi ke alun-alun dengan mengajak saudara atau teman,” kata Suhartono, salah satu sopir angkutan kota yang membawa wisatawan.
Para wisatawan tersebut, menurut Suhartono, membandingkan alun-alun Jember Nusantara dengan alun-alun kota asal mereka. “Di kota mereka tidak ada alun-alun seperti ini. Sepertinya mereka krasan (betah),” katanya.
Manajer AWJ Mohammad Busairi bersyukur alun-alun Jember Nusantara mendongkrak minat wisatawan ke Jember meningkat. “Banyak yang baru tahu titik nol Jember ada di sebelah masjid lama Baitul Amien dekat alun-alun Jember Nusantara. Alhamdulillah banyak yang tahu cerita tentang Jember,” katanya.
Tak hanya terpesona dengan alun-alun Jember Nusantara, para pelancong luar Jember juga kagum dengan angkutan kota yang ditumpangi. “Mereka heran, karena ada angkutan wisata yang interiornya bagus. Ada karpetnya dan bisa karaokean. Di samping itu drivernya bisa guiding (memandu wisata),” kata Suhartono.
Angkot Sultan, akronim dari Angkutan Kota Solusi Insan Transportasi, memang menjadi ciri khas Angkutan Wisata Jember. Berbeda dengan angkutan biasa, interior angkutan tersebut dipermak sehingga lebih nyaman dan terlihat lebih mewah dengan kursi yang empuk, aksesoris, fasilitas audio karaoke, dan pernik-pernik lampu.
Hasti menyebut Angkot Sultan inovasi AWJ untuk melibatkan sopir angkutan kota yang selama ini terabaikan dalam dunia pariwisata. Sejumlah donatur sepakat untuk membantu para sopir untuk mengubah interior kendaraan. “Habis Rp 3,5 juta per kendaraan,” katanya.
Selanjutnya, AWJ menerapkan sistem kemitraan dengan pengusaha untuk membiayai pembenahan interior dengan kompensasi menempelkan citra usaha di angkot tersebut. Hasilnya hingga saa ini, dari 30 unit angkota yang bergabung dengan AWJ, 12 unit adalah Angkot Sultan. Angkot Sultan ini kemudian diresmikan Bupati Hendy Siswanto pada 25 Maret 2022.
Para sopir yang tergabung dalam AWJ juga mendapat pelatihan pemandu wisata gratis yang diupayakan Hasti. Mereka diajarkan adab memperlakukan wisatawan. Sesuatu yang menurut Hasti, membanggakan mereka dan membuat mereka lebih percaya diri menjalani profesi sebagai pengemudi angkutan kota.
Tiga tahun Angkot Sultan berjalan, Hasti bersyukur situasi semakin membaik kendati belum ada dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Pokoknya kita bergerak saja,” katanya. [wir]







1 Komentar
Kalau ada even dan mendirikan tenda di alun alun usahakan depan Megatron tetap terbuka.tidak terganggu pandangan dengan tenda tenda
Sehingga orang datang melihat Megatron sambil lesehan lebih nyaman.