Ngawi (beritajatim.com) – Kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan milik PT Dwi Prima Sentosa, pabrik sepatu ekspor di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Senin (7/7/2025) dini hari, menunjukkan emahnya kesiapan sumber daya manusia dalam menangani kondisi darurat. Meski sistem hydran pabrik dalam kondisi layak dan berfungsi, tidak ada operator yang sigap mengoperasikan alat pemadam internal.
“Secara fasilitas hydran sudah sesuai standar. Tapi operatornya tidak siap. Harusnya setahun dua kali ada pelatihan dan setahun sekali ada inspeksi. Ini yang tidak dijalankan,” tegas Anton Ali Wardana, Inspektur Damkar Kabupaten Madiun, saat berada di lokasi kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Ngawi, Santowo Wibowo, juga menyoroti hal serupa. Ia menyatakan bahwa sistem hydran sebenarnya bisa digunakan, namun petugas internal pabrik tidak terlatih dalam pengoperasiannya. “Kondisi hydran layak fungsi, namun kesigapan operator menjadi kendala. Ini pentingnya pencegahan dini dan pelatihan rutin,” kata Santowo.
Akibat kebakaran ini, gudang penyimpanan sepatu dan sandal yang sudah dalam tahap finishing ludes terbakar. Sedikitnya 150 ribu pasang sepatu siap ekspor hangus dilalap api. Proses pemadaman membutuhkan waktu hingga lima jam, dengan melibatkan tujuh unit armada pemadam gabungan dari Damkar Ngawi serta bantuan dari Kota dan Kabupaten Madiun.
Api diduga berasal dari korsleting listrik pada unit AC di dalam gudang. Sebelum api membesar, petugas keamanan sempat mencium bau kabel terbakar dan mencoba memadamkan dengan APAR. Dua satpam terluka saat berusaha menjinakkan api, salah satunya jatuh saat memanjat dinding gudang karena akses terbatas.
Selain banyaknya bahan mudah terbakar seperti lem, karet, dan kardus, proses pemadaman juga terkendala oleh atap gudang berbahan galvalum yang sudah ambruk. “Kami harus membongkar bagian atap dulu untuk bisa menjangkau sumber api. Itulah yang memakan waktu lama,” ujar Anton.
Untuk mempercepat pemadaman bahan kimia, petugas juga menggunakan liquid foam, cairan khusus pemadam kebakaran. Hingga pagi hari, tim Damkar masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi industri, bahwa kesiapan operator dalam menangani fasilitas keselamatan sama pentingnya dengan kelengkapan alat itu sendiri. [fiq/beq]






