Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Jasa Raharja mulai melakukan verifikasi data keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Langkah ini menjadi tahapan penting sebelum penyaluran santunan kepada ahli waris.
Plt. Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rubi Handojo, menegaskan pihaknya memastikan seluruh hak santunan akan diberikan kepada keluarga korban yang memenuhi ketentuan administrasi. Proses ini dilakukan agar penyaluran santunan tepat sasaran dan sesuai regulasi.
“Santunan akan diberikan bagi keluarga korban meninggal dunia yang telah melengkapi syarat administrasi, salah satunya surat rekomendasi dari pihak berwenang,” kata Rubi saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (6/7).
Ia menjelaskan, surat rekomendasi dapat diterbitkan oleh instansi seperti ASDP, pemerintah daerah, maupun KSOP. Dokumen ini menjadi bukti resmi bahwa yang bersangkutan adalah korban dalam kecelakaan laut tersebut.
“Yang menerangkan bahwa bersangkutan adalah korban meninggal kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Jasa Raharja juga akan mencocokkan data korban dengan data kependudukan melalui Dinas Dukcapil setempat untuk memastikan hubungan keluarga sebagai dasar pembayaran santunan.
“Nantinya kalau datanya sudah cocok, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia akan kami berikan, masing-masing Rp50 juta,” ujar Rubi.
Santunan Jasa Raharja tidak hanya diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia. Untuk korban selamat yang masih menjalani perawatan medis, biaya pengobatan akan ditanggung sesuai tagihan dari rumah sakit.
“Korban luka juga akan kami biayai sesuai dengan tagihan dari pihak rumah sakit,” jelas Rubi.
Sementara itu, proses pencarian korban kapal tenggelam terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Berdasarkan data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 65 orang saat tenggelam pada Rabu (2/7).
Pada hari keempat pencarian, Minggu (6/7/2025), tim SAR kembali menemukan dua jenazah pria yang diduga merupakan korban kapal tersebut. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos oblong biru dan celana pendek coklat dengan tinggi sekitar 170 cm. Namun, tim SAR belum dapat memastikan identitas jenazah karena masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut. [alr/beq]






